SEKATO.ID – Puluhan siswa MTS Baiturrahman di Desa Salimuli, Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang melaksanakan ujian madrasah (UM) di pinggir pantai, di bawah pohon kelapa, viral di media sosial. Para siswa duduk dengan kursi plastik menghadap bibir pantai, sambil memegang ponsel mereka.
Jusnidar, salah satu dewan guru MTS mengatakan, siswa terpaksa melaksanakan ujian online di pinggir pantai, karena sulitnya mendapatkan jaringan internet di sekolah mereka. Bahkan untuk mendapatkan jaringan saja harus keluar dari sekolah yang berjarak puluhan hingga ratusan meter.
“Makanya harus ujian di pinggir pantai karena jaringan di sini bagus,” kata Jusnidar, Sabtu (27/3/2021), dikutip dari kompas.com.
Jarak dari sekolah sampai di pinggir pantai, tempat lokasi ujian harus menempuh sekitar 1 kilometer. Pulsa data ditanggung masing-masing siswa sebanyak Rp 100.000. Sementara bantuan kuota dari pemerintah, didapat hanya satu kali pada Januari 2021 lalu.
Dia mengaku, kondisi seperti ini sangat menyulitkan bagi siswa maupun para guru untuk melaksanakan ujian online. Untuk itu, pihak sekolah sangat mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah dalam pengadaan tower di sekitar sekolah.
“Kalau tidak salah di tahun 2018, sudah disampaikan seluruh MTS di Halmahera Utara untuk pengadaan wifi, namun sampai sekarang kami tidak dapat,” katanya.
Isra menambahkan, sejak dimulainya pelaksanaan ujian pada 24 Maret 2021, jaringan internet di lokasi ujian berjalan lancar, sehingga siswa bisa lebih cepat pulang. Namun, ketika simulasi, siswa terkadang pulang sampai sore, karena jaringan internet yang lemot.
“Kalau pulang tergantung jaringan pak, kalau bagus mungkin jam 12 atau jam 1 siang sudah pulang tapi kalau kurang bagus bisa sampai sore. Ujian ini dari tanggal 24 Maret dan akan berakhir pada hari Selasa (30/3/2021) nanti,” jelasnya.












Discussion about this post