SEKATO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyatakan menunda kebijakan impor beras hingga Juni tahun ini. Polemik tersebut dinilai buruk bagi harga gabah petani.
“Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia. Kita tahu sudah hampir tiga tahun ini kita tidak mengimpor beras,” katanya, Kamis (26/3/2021).
Pro kontra impor beras telah berimbas pada turunnya harga gabah di tingkat petani menjelang panen raya ini. Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaharuan Agraria, Iwan Nurdin dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (27/3/2021) dikutip dari sindonews.com.
“Pernyataan presiden tersebut secara momentum tepat, sehingga musim panen raya ini bisa diharapkan harga gabah di tingkat petani kembali stabil,” ujarnya.
Kemudian ia menyarankan, bagi pemerintah untuk membahas pembentukan Badan Pangan Nasional yang diamanat UU 18/2012 tentang Pangan.
“Kelembagaan semacam ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu membentuk kelembagaan baru atau memperkuat posisi Bulog,” katanya.
Persoalan impor pangan masih memiliki daftar antrean panjang. Ada banyak produk pangan yang harus diimpor seperti daging, gandum, garam dan gula. Baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri. Rencana impor pangan tersebut, sangat berhubungan dengan petani, peternak dan petambak garam musti dikontrol publik.
“Karena itu, kebijakan perdagangan pangan mestilah dikontrol publik melalui sistem administrasi pangan yang berbasis data yang akurat dari sisi produksi, distribusi hingga konsumsi. Untuk itu, kita mesti mendorong segera kehadiran Badan Pangan Nasional,” tegasnya.












Discussion about this post