SEKATO.ID, JAMBI – Lomba pacu perahu tingkat Provinsi Jambi kembali digelar di Sungai Batanghari dalam rangka peringatan hari jadi Provinsi Jambi. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Sanggar Batik Seberang, Kota Jambi ini tak hanya menghadirkan persaingan antar-atlet perahu tradisional, tetapi juga membawa pesan kuat soal kepedulian lingkungan sungai.
Gubernur Jambi Al Haris menilai pacu perahu adalah warisan budaya masyarakat tepian Batanghari yang harus terus dijaga. Ia melihat besarnya antusiasme warga dari berbagai daerah sepanjang aliran sungai sebagai tanda bahwa tradisi ini masih hidup dan menjadi ruang lahirnya bibit atlet muda.
Namun menurutnya, dampak kegiatan ini seharusnya tak berhenti pada olahraga dan hiburan semata. Aktivitas di sungai yang semakin ramai diharapkan mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
“Kita berharap Multiplayernya dari perlombaan pacu perahu adalah ketika aktifitas sudah banyak di sungai Batanghari ini, masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai Batanghari dan tidak lagi menjadikan sungai Batanghari sebagai MCK,” ujar Al Haris.
Ia mengajak warga menjadikan Batanghari kembali sebagai sungai yang bersih dan sehat, sekaligus penopang kehidupan ekonomi masyarakat seperti masa lalu.
Sementara itu, panitia menyebutkan keterbatasan anggaran masih menjadi kendala dalam menggelar lomba secara maksimal, sehingga dukungan sponsor dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar tradisi pacu perahu tetap bertahan dan berkembang.
(ARA)












Discussion about this post