• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Oplus_16908288

Oplus_16908288

Mengering Karena Pintu PLTA atau Tertimbun Material Pembangunannya Sendiri?

Editor Rengki Pebrima
01/02/2026
in DAERAH, EKONOMI, HUKUM, LINGKUNGAN, RAGAM
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID, KERINCI – Belakangan ini, perhatian masyarakat Kerinci tertuju pada satu pemandangan menyedihkan: surutnya air Danau Kerinci hingga ke titik yang mengkhawatirkan. Telunjuk warga dengan cepat mengarah pada pembukaan pintu air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai terdakwa tunggal. Namun, jika kita berani melihat lebih dalam, kita akan menemukan bahwa pintu air hanyalah pemicu kecil dari sebuah bom waktu ekologis yang sudah lama berdetak di dasar danau.

Secara visual, melihat air keluar melalui pintu PLTA memang menyakitkan. Namun, data Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI mengungkapkan ancaman yang jauh lebih nyata. Laju sedimentasi mencapai 2,23 juta meter kubik per tahun dengan laju pengendapan dasar danau sebesar 5 cm per tahun.

Namun, ada fakta yang jauh lebih mengusik dinalar kita yaitu Angka tersebut adalah potret suram dari data bwss pada tahun 2008. Mari kita tarik garis waktu ke depan. Jika pada tahun 2008 saat beban lingkungan belum seberat sekarang danau kita sudah “sekarat” dengan kecepatan pendangkalan 5 cm setiap tahun, lantas bagaimana kondisi Danau Kerinci hari ini?

Logika krisis ini menemukan momentumnya pada tahun 2019. Bertepatan dengan dimulainya konstruksi besar-besaran proyek PLTA, aktivitas Galian C di perbukitan dan pinggiran sungai Kerinci meroket tajam.

Investigasi menunjukkan bahwa aktivitas penambangan pasir dan batuan di wilayah tangkapan air (catchment area) telah merusak bentang alam secara masif. Tanpa sistem mitigasi dan kolam pengendap (sediment trap) yang memadai, setiap tetes hujan membawa material sisa tambang langsung ke nadi sungai yang bermuara di danau. Sejak 2019, ketika material bumi dikeruk habis-habisan untuk menyuplai kebutuhan proyek, laju sedimentasi tidak mungkin lagi tertahan di angka 2,23 juta kubik . Sangat mungkin dasar Danau Kerinci kini naik jauh lebih cepat dari 5 cm per tahun.

Artinya, fenomena air surut yang tidak pernah terjadi seperti ini sebelumnya pada hari ini adalah hasil dari akumulasi lumpur yang meledak selama tujuh tahun terakhir (2019-2026). Di sinilah letak ironi yang paling menyesakkan. Muncul dugaan kuat bahwa material dari aktivitas Galian C yang merusak hulu tersebut justru digunakan untuk memenuhi kebutuhan material pembangunan proyek PLTA itu sendiri.

Baca juga

Kota Jambi Masuk Lima Penampil Terbaik Karnaval Budaya Nusantara Rakernas APEKSI XVIII

KONI Jambi Gelar Program Peningkatan Kualitas Pelatih, Bidik Prestasi Maksimal di PON XXII 2028

Sambut Baik Rangkaian Rakernas APEKSI, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah : Momentum Berdiskusi dan Bertukar Pengalaman Antar Pendamping Wali Kota

Rakernas APEKSI, Wali Kota Jambi Dorong Pemerataan Infrastruktur, Pendidikan dan Layanan Kesehatan 

KONI Jambi Dorong Atlet Muaythai dan Binaraga Lolos ke PON 2028

Jika benar demikian, maka kita sedang menyaksikan sebuah siklus pembangunan yang kontradiktif.Hulu dikeruk demi mengambil batu dan pasir pembangunan.Sedimen tambang meluncur ke bawah, memenuhi dasar danau.Danau mendangkal, sehingga ketika PLTA mulai mengoperasikan pintu airnya, dampak kekeringannya menjadi berkali-kali lipat lebih parah bagi masyarakat karena “mangkuk” danau sudah berubah menjadi “piring” yang dangkal.

PLTA, yang seharusnya menjadi proyek energi terbarukan yang ramah lingkungan, justru diduga ikut andil dalam mempercepat pendangkalan sumber energi utamanya sendiri melalui rantai pasok materialnya.

Menyelesaikan masalah Danau Kerinci tidak cukup dengan sekadar berdebat kapan pintu air harus dibuka atau ditutup. Kita harus menuntut akuntabilitas yang lebih besar. Pihak PLTA tidak boleh hanya bicara soal “uji coba turbin”, tapi juga harus bertanggung jawab memastikan bahwa material pembangunannya tidak merusak ekosistem hulu danau.

Danau Kerinci bukan sedang kekurangan air, ia sedang tertimbun oleh nafsu pembangunan yang abai terhadap kelestarian hulu. Hari ini kita tidak hanya melihat air yang surut, kita sedang melihat wajah danau yang perlahan terkubur oleh material pembangunannya sendiri.

(Tim)

Previous Post

146 atlet Jambi jalani tes fisik menjelang PON Bela Diri 2026

Next Post

Waka DPRD Kota Jambi Hadiri Isra Mi’raj di Paal 5

Artikel terkait

DAERAH

JBC+ Resmi Diluncurkan, Belanja di Jambi Business Center Kini Makin Untung dengan Poin & Reward

02/07/2026
2k
EKONOMI

Harga BBM Nonsubsidi di Sumbagsel Turun Signifikan, Ini Daftar Tarif Terbarunya

02/07/2026
2k
DAERAH

Pelangsiran BBM Bersubsidi Terus Terulang, Publik Pertanyakan Efektivitas Pengawasan di Kerinci dan Sungai Penuh

02/07/2026
2k
RAGAM

PUPR Kota Jambi Genjot 240 Paket Jalan Lingkungan, Ditargetkan Rampung November 2026

30/06/2026
2k
EKONOMI

Digitalisasi Bansos Kota Jambi Dimulai, 203 Ribu Warga Jadi Sasaran Program Percontohan

30/06/2026
2k
Next Post

Waka DPRD Kota Jambi Hadiri Isra Mi'raj di Paal 5

Kick Off World Cup 2026 Provinsi Jambi

Kuasa Hukum Korban, Ericson P.O Hutasoit Mengatakan Agar Pihak Polda Jambi untuk Memproses Oknum Polisi yang terlibat Secara Jujur dan Transparan

Bupati BBS Harap Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Koordinasi

Jadi Inspektur Upacara Operasi Keselamatan 2026, Sekda Muaro Jambi: Kedepankan Upaya Preemtif dan Preventif

Discussion about this post

Kalender

July 2026
SMTWTFS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Jun    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123