SEKATO.ID, JAMBI – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menghadiri pelantikan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Jambi masa bakti 2025-2030, yang digelar di Ev Garden.
Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Jambi itu menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peran organisasi kedaerahan dalam memperkuat persatuan dan pembangunan.
BPW KKSS Provinsi Jambi merupakan wadah bagi warga perantau asal Sulawesi Selatan yang meliputi Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Organisasi ini dikenal aktif mempererat silaturahmi, melestarikan budaya, serta berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan di daerah. Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPR RI H. Bakri serta sejumlah tamu undangan lainnya.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan selamat kepada Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Jambi Masa Bakti dua ribu dua puluh lima hingga dua ribu tiga puluh, yang dilantik dan dikukuhkan pada hari ini. Saya berharap agar seluruh pengurus yang dilantik dapat menyusun program kerja dengan baik yang dapat menyentuh atau dirasakan langsung oleh anggota organisasi, daerah asal maupun masyarakat Provinsi Jambi, yang sinergis dan selaras dengan program pembangunan Provinsi Jambi,” ujar Gubernur Al Haris pada Sabtu (31/1).
Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar masyarakat Sulawesi Selatan dalam pembangunan Jambi. Ia menilai kiprah perantau Sulawesi telah hadir di berbagai lini, mulai dari pemerintahan hingga lembaga legislatif.
“Saya tentu memberikan apresiasi kepada masyarakat Sulawesi dan perannya yang tidak sedikit dan telah banyak sekali berkiprah membangun Jambi bersama kami, baik di bidang pemerintahan, ada Wakil Bupati, ada anggota DPR baik pusat, provinsi dan juga DPRD kabupaten/kota. Oleh karena itu ke depan kita terus bekerja bersama-sama dimana tantangan makin berat, ujian makin banyak. Disinilah penduduk kita kompaknya sama-sama mengawal tujuan negara yang sedang terus membangun,” ungkapnya.
Menurut Gubernur, KKSS Provinsi Jambi merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Jambi. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai budaya luhur yang dijunjung warga Sulawesi Selatan menjadi modal sosial penting dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
“Apalagi nilai-nilai luhur seperti Sipakatau (memanusiakan manusia) berarti saling menghormati, Sipakalebbi (saling memuliakan) artinya menghargai sesama, dan Sipakainge (saling mengingatkan), yang berarti saling menasihati untuk kebaikan. Nilai-nilai ini sangat relevan dan merupakan modal sosial berharga untuk memperkuat persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat Jambi yang majemuk,” katanya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan tersebut juga menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk KKSS.
“Hal ini tentunya juga menjadi modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah dan memperkuat persatuan dalam keberagaman. Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Provinsi Jambi yang selama ini ikut menjaga stabilitas, persatuan, serta berpartisipasi dalam berbagai sektor pembangunan di Provinsi Jambi. Dan Pemerintah Provinsi Jambi senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan, termasuk BPW KKSS Provinsi Jambi, dalam rangka mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. BPW KKSS Provinsi Jambi dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, sekaligus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan antarwarga dan antarbudaya. Mari kita terus jaga kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong demi kemajuan Provinsi Jambi yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
(ARA)












Discussion about this post