SEKATO.ID|MERANGIN – Kondisi Desa Lubuk Bumbun Kecamatan Margo Tabir, yang mengalami Abrasi atau hilangnya daratan dampak dari aktivitas penambangan emas tanpa izin atau PETI sudah sangat memprihatinkan.
Terkait kondisi tersebut Bupati Merangin H Mashuri saat memimpin rapat koodinasi (Rakor) interen unsur Forkopimda Merangin, di Ruang rapat kerja bupati Merangin, Rabu (13/10) harus mendapatkan langkah – langkah menghadapi Abrasi.
‘’Abrasi yang terjadi di Desa Lubuk Bumbun itu, tidak hanya mengikis lahan pertanian masyarakat, tapi juga kuburan-kuburan yang berada di bantaran Sungai Tabir itu, sudah banyak yang hanyut,’’ujar Bupati dengan tegas.
Bupati dengan tegas menyatakan hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perlu dicari langkah-langkah dan jalan keluar dalam penyelesaiannya, sehingga daratan di Desa Lubuk Bumbun bisa diselamatkan.
‘’Bila ini kita biarkan, tidak menutup kemungkinan nanti seluruh daratan Desa Lubuk Bumbun yang berada di kawasan sungai itu akan habis jadi lautan dangkal. Aliran sungai sudah tidak jelas lagi, karena berpindah-pindah akibat pendangkalan,’’terang Bupati.
Diakui bupati, maraknya aktivitas PETI di desa itu nyaris tak terbendung. Untuk itu sinergitas penting dilakukan, guna bersama-sama bergerak menyalamatkan Bumi Tali Undang Tambang Teliti Kabupaten Merangin dari PETI.
Sudah berulang kali dilakukan penertiban para pelaku PETI, tapi dampaknya terjadi gesekan dengan masyarakat. ‘’Kita tidak ingin gesekan itu terjadi lagi. Masak Pemerintah ribut dengan rakyatnya,’’jelas Bupati.
H Mashuri memberi solusi untuk menyetop suplay bahan bakar minyak ke lokasi PETI. Selain itu mengintai para cukong PETI yang masuk, lalu menangkapnya karena terjadinya Abrasi ini karena peran para cukong tersebut.
Sementara itu, Ketua DPR Merangin H Herman Effendi mengatakan, Pemkab Merangin masih memberi waktu kepada para pelaku PETI, agar sadar dan tidak lagi bermain PETI. Jika tidak juga digubris, baru akan dilakukan penertiban besar-besaran.
‘’Para cukong PETI itu masuk ke Merangin lewat jalan tikus, ini yang perlu dicegat. Mari kita bersama secara berangsur memberantas pelaku PETI, demi tanah air kita tercinta Kabupaten Merangin,’’ujar H Herman Effendi. (Eno)










Discussion about this post