• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS

Belajar Puasa Dari Metamorfosis Ulat Menjadi Kupu-kupu

Editor Ara Permana Putra
28/04/2021
in BUDAYA, KOMUNITAS, RAGAM
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID – Pernahkah kita memperhatikan seekor kupu-kupu? Pada proses metamorfosisnya, kupu-kupu yang begitu indah dipandang, diawali dengan seekor telur, lalu menjadi sebuah ulat. Seperti yang kita ketahui bersama, banyak sekali dari kita semua mempersepsikan ‘ulat’ dengan sebuah persepsi yang buruk.

Ulat sering memakan daun-daun yang hambar. Ulat juga dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi kulit tubuh manusia, jika terkena ulat tubuh kita bisa menjadi gatal dan menjadi bentol.

Ketika melihat seekor ulat tak jarang kita merasa jijik dan takut. Bahkan jika ada seekor ulat masuk ke dalam rumah kita, tanpa rasa ragu rasanya ingin segera menjauhkan, bahkan mungkin ingin membuang ulat tersebut.

Tapi yang harus kita sadari, ketika ulat mengalami proses metamorfosis menjadi seekor kupu-kupu yang indah, terdapat sebuah hikmah yang dapat kita ambil dari proses tersebut. Sebuah proses metamorfosis puasanya seekor ulat dalam menjadi kupu-kupu yang memakan waktu 14 hingga 16 hari.

Lalu bagaimana dengan manusia?

Allah subhanahu wata’ala ingatkan dalam surah Al-Baqarah ayat 183:

Baca juga

Manfaat Puasa, Salah Satu Pendorong El Manik Masuk Islam

DJ Sacho Tantang Miyabi Berpuasa

Gak Pakai Ribet, Ini 5 Rekomendasi Menu Sahur yang Enak dan Simpel

Hal yang Perlu Dimiliki dalam Diri untuk Menyambut Ramadhan

Manfaat Puasa Ramadhan, Salah Satunya Memperbanyak Sedekah

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Dari sini kita bisa melihat dan menyadari ada sebuah korelasi bahwa manusia sama seperti proses sebuah ulat menjadi kupu-kupu melalui proses puasa selama 14-16 hari. Allah subhanahu wata’ala mengingatkan manusia untuk memacu dirinya dalam sebuah proses puasa Ramadhan selama 30 hari lamanya.

Untuk apa Allah memperintahkan hal itu? Yakni menjadi orang-orang yang bertakwa, menjadi orang-orang yang selalu mau menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-larangannya.

Indah sekali ketika membayangkan di mana manusia memasuki ke dalam ‘kepompongnya’ bulan suci Ramadhan. Dalam prosesnya manusia berubah menjadi seorang yang lebih baik, menjadi seorang yang sempurna karena melalui proses yang bernama bulan suci Ramadhan. 

Sama halnya seperti sebuah ulat, ada sebuah proses yang dijalani antara keduanya untuk menjadi sesuatu hal yang lebih baik dari sebelumnya. Jika ulat akan menjadi seekor kupu-kupu yang indah setelah melewati masa metamorfosis, sedangkan manusia berusaha menjadi pribadi yang lebih baik ketika bulan suci Ramadhan datang.

Memang harapannya ketika kita keluar dari bulan suci Ramadhan, seharusnya kita menjadi pribadi yang lebih baik dalam berbagai hal. Menjadi pribadi manusia yang jauh berbeda dibandingkan bulan-bulan lainnya. Boleh jadi sebelum Ramadhan kita banyak melakukan banyak melakuka perbuatan lalai kepada Allah, boleh jadi sebelum Ramadhan kita begitu banyak maksiat dan boleh jadi sebelum Ramadhan kita mungkin salat, namun salat kita selalu telat.

Tapi setelah Ramadhan, proses puasa itu membentuk diri kita menjadi orang yang sempurna, yakni orang yang selalu bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala, orang yang mampu menahan dirinya dari hawa nafsu, menjadi orang yang menahan gerak kakinya untuk berjalan kepada kemaksiatan, orang yang mampu menahan matanya untuk melihat hal yang tidak diinginkan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Itulah sebuah perbandingan, sebuah pembelajaran yang dapat kita ambil dari sebuah proses metamorposis seekor ulat.

Mari selalu kita manfaatkan apa yang menjadi kesempatan di bulan suci Ramadhan ini. Sungguh rugi rasanya, jika dalam bulan suci Ramadhan ini kita tidak mengambil kesempatan sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan kualitas amal dan ibadah kita. Maka janganlah kita menjadi golongan orang-orang yang merugi di bulan suci Ramadhan ini.

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini dan semoga juga bulan Ramadan tahun ini bisa kita lewati lebih baik dari Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Dan mudah-mudahan ibadah kita semata hanya ditujukan untuk beribadah karena Allah subhanahu wata’ala.

Sumber: Sindo News

Tags: Kupu-kupuPuasaTausiyahUlat
Previous Post

Silaturahmi Ramadan 1442 H Bersama Pemkab Tanjabbar,Petro China Berikan 250 Bingkisan dan Santunan Yatim Piatu

Next Post

Syarif Hidayatullah, Putra Mahkota Meninggalkan Tahtanya Demi Belajar Agama

Artikel terkait

RAGAM

Danrem 042/Gapu Pimpin Upacara HUT KE-81 TNI di Jambi, Teguhkan Sinergi TNI Bersama Rakyat

05/10/2026
2k
BUDAYA

Empat Hari Menyelami Warisan Leluhur, Festival Budaya Kerinci 2026 Segera Digelar

02/10/2026
2k
RAGAM

Danrem 042/Gapu Pimpin Ziarah Nasional HUT KE-81 TNI Di TMP Satria Bhakti Jambi

30/09/2026
2k
RAGAM

TNI Fun Run 2026 Menggelegar di Jambi, Ribuan Pelari Bersatu Semarakkan HUT ke-81 TNI

27/09/2026
2k
RAGAM

Milad ke-60, KAHMI Muaro Jambi Soroti Karhutla dan Masa Depan Lingkungan

26/09/2026
2k
Next Post

Syarif Hidayatullah, Putra Mahkota Meninggalkan Tahtanya Demi Belajar Agama

Kian Populer, Ekonom Sambut Baik Pembentukan Bursa Aset Kripto

Mengenal Blockchain, Pembentuk Mata Uang Kripto

Presiden Jokowi Gelar Reshuffle Sore Ini

Juru Bicara Presiden Jelaskan Pembentukan Kementrian Investasi

Discussion about this post

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123