SEKATO.ID, JAMBI– Kabut asap kembali menyelimuti Kota Jambi. Kualitas udara memburuk setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Paal Lima pada Senin (24/8/2026) pagi menembus angka 204, dengan parameter PM2.5 menjadi pencemar kritis.
Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi di tengah meningkatnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan kualitas udara mengalami peningkatan pencemaran yang cukup signifikan dibandingkan sehari sebelumnya.
“Untuk saat ini Pemerintah Kota Jambi selalu memonitor setiap jam kondisi udara di Kota Jambi,” ujar Maulana, Senin (24/8/2026).
Ia menyebut, ISPU pada Minggu masih berada di angka 123, namun pada Senin pagi meningkat tajam hingga menembus lebih dari 200.
Menurut Maulana, memburuknya kualitas udara Kota Jambi tidak terlepas dari asap karhutla yang terbawa angin hingga masuk ke wilayah perkotaan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Jambi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan menggelar rapat koordinasi pada Senin siang.
Salah satu agenda yang akan dibahas adalah kemungkinan penghentian sementara aktivitas pembelajaran di sekolah apabila kondisi udara dinilai semakin membahayakan.
“Nanti kita rapat sama Forkopimda, apakah akan diliburkan bagi anak-anak sekolah. Itu nanti keputusan rapat koordinasi,” kata Maulana.
Selain membahas kabut asap dan kualitas udara, rapat tersebut juga akan membahas sejumlah persoalan lain yang berkaitan dengan kondisi Kota Jambi, termasuk ketersediaan udara bersih dan persoalan kenakalan remaja.
Lonjakan ISPU hingga kategori sangat tidak sehat menjadi sinyal bagi pemerintah untuk mengambil langkah cepat. Anak-anak, lansia, serta kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat pencemaran udara menjadi perhatian utama.
Keputusan mengenai aktivitas sekolah pun masih menunggu hasil rapat koordinasi Forkopimda.
Di tengah kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Jambi, pemerintah kini dituntut bergerak cepat agar memburuknya kualitas udara tidak berujung pada dampak yang lebih serius bagi masyarakat.
(IMG)












Discussion about this post