• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
FOTO: Ruang Muslimah

FOTO: Ruang Muslimah

Pengamat Jelaskan Faktor Keterlibatan Perempuan Dalam Terorisme

Kini peran perempuan terlibat terorisme lebih meluas daripada sebelumnya.

Editor Ara Permana Putra
03/04/2021
in HUKUM
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID – Masyarakat Indonesia kembali dibuat geger dengan kemunculan ledakan bom di Gereja Katedral Makassar dan Mabes Polri diserang oleh seorang perempuan terduga teroris.

Peneliti Hukum dan HAM LP3ES Milda Istiqomah mengatakan, keterlibatan perempuan dalam aksi terorisme di Indonesia terlihat dari jumlah tahanan dan napi perempuan pada kasus terorisme antara tahun 2000-2020 yang berjumlah 39 orang. Dari jumlah tersebut dapat dilihat persentase perempuan sebagai pelaku aksi terorisme kurang dari 10% jika dibandingkan dengan laki-laki.

Pada periode 2000-2015 peran perempuan dalam aksi terorisme lebih mengarah pada invisible roles (peran-peran yang pasif) atau di belakang layar. Pelaku bertugas sebagai operational facilitator atau bentuknya sebagai pembawa pesan, perekrutan, mobilisasi, dan alat propaganda serta ideological supporter, meregenerasi ideologi jihadnya.

Kini perannya lebih meluas menjadi visible roles. Pelaku bom bunuh diri dan juga bisa sebagai pejuang, penyedia senjata, dan perakit bom.

“Motivasi para perempuan terlibat dalam jaringan terorisme terbagi menjadi tiga faktor, yaitu personal factors, social political concerns, dan personal tragedy/ revenge,” jelas dia dalam Seri Diskusi Negara Hukum bertema “Terorisme, HAM, dan Arah Kebijakan Negara”, yang diselenggarakan LP3ES melalui kanal Youtube LP3ES, Jumat (2/4/2021).

Personal factors, perempuan diposisi ini terjajah secara pemikiran dengan pemahaman Islam radikal. Kemudian social political concerns terjadi karena perempuan-perempuan yang melakukan aksi terorisme, sejatinya memiliki dendam terhadap suatu golongan tertentu seperti mengalami ketimpangan sosial, ketidakadilan, dan diskriminasi. Sedangkan personal tragedy/revenge disebabkan mereka pernah mengalami kejadian pemerkosaan dan pencabulan.

Baca juga

Polsek Astanaanyar Bandung di Bom

Terkait Kasus Tewasnya Bocah Perempuan 4 Tahun di dalam IPAL, Polisi Olah TKP

Respon BNPT Terhadap WNI yang Disanksi AS Atas Dugaan Terlibat dengan Kelompok ISIS

Komnas Perempuan Ungkap 63% Laporan Kekerasan Seksual Didominasi Pemerkosaan

Di China, Menlu Indonesia Pinta Afganistan Cabut Larangan Sekolah Bagi Perempuan

Terlepas dari persepsi masyarakat mengenai terorisme jaringan perempuan ini, ada kecenderungan bahwa dengan tergabung menjadi bagian dari terorisme ini, merupakan suatu solusi yang paling baik yang dilakukan oleh mereka.

“Mengapa seperti itu? Saya mengambil dari satu contoh dari social political concerns. Misalnya mereka mengalami ketimpangan sosial, ketidakadilan, dan diskriminasi. Untuk mendapatkan solusi atas hal-hal demikian itu, mereka akan mendapatkan dengan mudah dari laki-laki yang memiliki pemahaman Islam radikal,” ucap Milda.

Jika melihat tren internasional, salah satu fator penyebab perempuan tergabung menjadi anggota terorisme, karena ada perasaan-perasaan yang terpinggirkan, terdiskriminasi, tidak mendapatkan keadilan dan sebagainya. Hal itulah yang membuat mereka mencari solusi di internet atau mendapatkan pemahaman radikal dari internet.

“Kalau melihat apa yang terjadi di Mabes Polri dan Surabaya 2018, seakan-akan kita disajikan fakta bahwa perempuan ini adalah pelaku. Tetapi kalau mau melihat kembali secara kritis, sebenarnya perempuan ini juga korban. Mereka itu korban dari jaringan terorisme,” katanya.

Sementara Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahap mengatakan, penanganan kasus terorisme harus tegas. Jika tidak, sampai kapanpun kasus seperti ini tidak akan pernah selesai.

“Kita harus selalu tegas. Dan setiap ada kejahatan harus kita tolak bersama,” katanya

Akses teror di Indonesia merupakan masalah global. Maka, jika ingin mengatasinya harus melalui langkah-langkah sesuai standar dunia. Salah satunya war on terrorism.

Tetapi sejak 2000 ketika Perpu dibuat menjadi UU tersebut, Indonesia tidak mengambil langkah perang pada terorisme. Melainkan menggunakan azas hukum pidana.

“Dalam rangka hukum azas pidana ini, ujung permasalahannya adalah pembuktian di pengadilan.” terang Amir

Dengan begitu, maka orang-orang yang terduga, pelaku, pendukung, panganjur aksi teror, harus ditangani sesuai prosedur hukum pidana Indonesia. Penanganannya pun lebih manusiawi tidak melanggar HAM.

“Dalam konteks Hak Asasi Manusia tindakan terorisme itu ancaman nyata. Tetapi karena telah mengambil jalan melalui hukum pidana, maka usahakan untuk tidak melanggar hukum HAM,” ucap dia.

Tags: Bom Bunuh DiriPengamatPerempuanTerorisme
Previous Post

Pengampunan dan Pintu Surga Jadi Alasan Anak Muda Terlibat Terorisme

Next Post

Kelompok Teroris Rekrut Anak Muda Gunakan Media Sosial

Artikel terkait

HUKUM

Laporan Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Oknum Polisi di Jambi Masuk Propam Polri

30/09/2026
2k
HUKUM

Tim Tabur Kejati Jambi Tangkap DPO Terpidana Perzinahan di Sipin Jambi

29/09/2026
2k
DAERAH

Lima Hari Tanpa Kepastian, Keluarga Korban Tabrak Lari di Sungai Rengas Pertanyakan Penanganan Polisi

18/09/2026
2k
HUKUM

Kejaksaan Negeri Jambi Tuntut Pidana Penjara Seumur Hidup Terdakwa Narkoba M Alung Ramadhan, Pledoi Pekan Depan

17/09/2026
2k
HUKUM

Kejati Jambi Tahan PPK EF, Tersangka Keempat Kasus Korupsi Jalan Pelabuhan Ujung Jabung

10/09/2026
2k
Next Post
FOTO: 123rf.com

Kelompok Teroris Rekrut Anak Muda Gunakan Media Sosial

FOTO: Berbagai sumber

Kominfo Widodo Muktiyo Bagikan 10 Cara Berinteraksi Di Media Sosial

FOTO: Shutterstock

5 Tips Supaya Suami Tidak Tergoda Pelakor

FOTO: Freepik

5 Film Tontonan Buat Meriahkan Hari Paskahmu

eorang wanita nekat memotong bagian sensitif pacarnya, lantaran curiga diselingkuhi.. FOTO: Tangkap Layar ET Today

Nekat! Wanita Vietnam Buang Kelamin Pacarnya Ke Toilet Karena Curiga Selingkuh

Discussion about this post

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123