• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
FOTO: freepik.com

FOTO: freepik.com

Makna Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu

Editor Ara Permana Putra
14/03/2021
in KOMUNITAS, RAGAM
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID – Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943 jatuh pada Minggu, 14 Maret 2021. Nyepi dirayakan setiap Tahun Baru Saka yang jatuh pada tanggal pertama atau kesatu bulan ke-10 dalam kalender Hindu.

Mayoritas penganut agama Hindu berada di Pulau Bali.

Rangkaian Hari Raya Nyepi dimaknai dengan tetap hening sembari melakukan peribadatan. Setiap peringatan Hari Raya Nyepi listrik akan dipadamkan selama 24 jam. Penduduk Bali mematikan semua lampu, termasuk lalu lintas. Dengan kata lain, mereka meninggalkan semua aktivitas duniawi. Bahkan fasilitas publik juga ikut tutup selama Hari Raya Nyepi berlangsung.

Tujuan Hari Raya Nyepi ialah melakukan permohonan kepada Tuhan untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).

Hari Raya Nyepi memiliki sejumlah rangkaian ritual yang perlu dilaksanakan oleh umat Hindu. Mulai dari Melasti, Tawur Agung dan Pengrupukan, Nyepi hingga Ngembak Geni. Begitupun sebelum dan setelah Nyepi masih ada tahapan lainnya. Berikut ulasannya, dilansir dari cnnindonesia.com :

Melasti, Tawur, Pengrupukan

Baca juga

TNI-Polri Gelar Geladi Pengamanan Tamu VVIP KTT G20 di Bali

Bali Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day ke-42

DJ Sacho Tantang Miyabi Berpuasa

Mengintip Suasana Nyepi di Pura Giri Indra Lokha Jambi

Suami Kepergok Selingkuh Di Toilet, Istri Sah Emosi Suruh Buka Baju

Umat Hindu sedang melaksanakan upacara Melasti FOTO: kabardewata.com
Umat Hindu sedang melaksanakan upacara Melasti FOTO: kabardewata.com

Dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan persembahyangan di laut maupun danau, sembari menyucikan segala benda sakral dari Pura.

Laut dan danau bagi kepercayaan Hindu merupakan, sumber air suci (Tirta Amerta) yang mampu menyucikan berbagai hal kotor (dalam diri manusia serta alam).

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri upacara Tawur Agung Kesanga  pada tahun 2018 di Catus Pata Desa Adat Mengwi. Foto: metrobali.com
Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri upacara Tawur Agung Kesanga pada tahun 2018 di Catus Pata Desa Adat Mengwi. Foto: metrobali.com

Kemudian juga ada Tawur, yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi, dengan menyiapkan sesajen (caru) di rumah masing-masing.

Selanjutnya, diikuti dengan menebar nasi Tawur di sekeliling rumah sambil memukul kentongan hingga gaduh, yang oleh umat Hindu disebut Pengrupukan atau Mecaru

Makna dari pengrupukan ini bermaksud untuk mengusir Buta Kala yang ada di sekitaran tempat tinggal. Prosesi Mecaru khususnya di Bali turut dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh berwujud Buta Kala, yang menggambarkan sifat buruk manusia seperti tamak atau jahat.

FOTO: bulelengkab.go.id
FOTO: bulelengkab.go.id

Setelah ritual berakhir, ogoh-ogoh tersebut dilenyapkan dengan cara dibakar sebagai bentuk membersihkan sifat buruk.

Nyepi

FOTO: Antara/Nyoman Budhiana
FOTO: Antara/Nyoman Budhiana

Tujuan dari Penyepian ini sebagai bentuk introspeksi atau menyucikan diri, dengan melepas semua hal yang berhubungan dengan kehidupan duniawi dalam sehari penuh.

Saat Nyepi, bagi yang mampu disarankan berpuasa selama 24 jam, bertapa, yoga maupun semadi. Tujuannya untuk merenungi dosa-dosa sekaligus bersiap menyambut tahun baru.

Ngembak Geni

Mangku Sepuh Marsudji saat membagikan tirta yang telah terberkati pada umat Hindu yang mengikuti upacara Ngembak Geni di Candi Badut, Minggu, 22 Maret 2015 siang. FOTO: Surya/Adrianus Adhi
Mangku Sepuh Marsudji saat membagikan tirta yang telah terberkati pada umat Hindu yang mengikuti upacara Ngembak Geni di Candi Badut, Minggu, 22 Maret 2015 siang. FOTO: Surya/Adrianus Adhi

Setelah Penyepian, ada ritual Ngembak Geni dimana umat Hindu melakukan Dharma Shanti atau mengunjungi keluarga dan tetangga untuk saling memaafkan satu sama lain.

Sama seperti lebaran, supaya menjadi lebih bersyukur, memaafkan segala kekeliruan di tahun sebelumnya dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.

Dharma Shanti adalah filsafat Tattwamasi yang memandang semua manusia di penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Kodratnya, manusia harus saling menyayangi serta hidup dalam kerukunan dan kedamaian. Tradisi Ngembak Geni merupakan penutup dari seluruh rangkaian Hari Raya Nyepi umat Hindu yang berlangsung di Bali, pada setiap tahunnya.

Rahajeng nyanggra rahina Nyepi caka 1943. (Selamat menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1943)

Tags: BaliDewataHari Raya NyepiHindu
Previous Post

Diduga Digunakan untuk Aktivitas PETI, Lima Unit Excavator Diamankan Polres Merangin

Next Post

Apa Saja Kebijakan Baru WhatsApp, Mulai 15 Mei 2021?

Artikel terkait

RAGAM

Diskusi dan Pertunjukkan Topeng Labu Muaro Jambi Digelar: Menjunjung Kesetaraan dan Inklusivitas

13/10/2026
2k
DAERAH

Suhatril Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI Kerinci, 10 dari 11 Perguruan Usulkan Namanya

10/10/2026
2k
RAGAM

Saat Rakyat Jambi Menghirup Asap, Pemerintah Jangan Bersembunyi di Balik Alasan

10/10/2026
2k
HUKUM

Sederet Kontroversi Edminuddin, Habib : Jejak Kelam yang Terus Membayangi

08/10/2026
2k
DAERAH

LSM Semut Merah Desak Kejati Jambi Periksa Proyek Tanggul dan Normalisasi Batang Merao Rp15 Miliar

08/10/2026
2k
Next Post
FOTO: independent.co.uk

Apa Saja Kebijakan Baru WhatsApp, Mulai 15 Mei 2021?

Tenggelam di Lubang Bekas Galian, Seorang Anak di Buluran Meninggal

FOTO: antaranews.com

Pemerintah Tak Setujui Revisi UU Pemilu

FOTO: Instagram/@manicpixiememequeen

Tidur Nyenyak Meski Cemas Lagi Menghadang

FOTO: CBS

Meghan Markle dan Kesehatan Mental

Discussion about this post

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123