SEKATO.ID | JAKARTA – Mengenai pelecehan seksual terhadap jemaah perempuan saat ibadah maupun berada di masjid ataupun musholla yang kerap terjadi akhir-akhir ini di berbagai daerah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) angkat bicara.
Sekjen DMI, Imam Addaruquthni mengatakan sistem manajemen keamanan masjid harus dibentuk sedemikian rupa supaya jemaah merasa terlindungi. Termasuk salah satunya pengawasan dari marbot masjid serta CCTV.
“Preventifnya CCTV akan sangat menolong, sistem manajemen keamanan masjid harus dirancang detail, termasuk pengawasan langsung oleh petugas/marbot masjid, dan ayat Al Qur’an memang telah menyebut langsung ‘Siapa pun yang masuk masjid pasti dijamin keamanannya’ Surah 3; ayat 97,” ujar Imam lewat pesan singkat kepada detikcom, Selasa (22/06/21).
Imam menjelaskan kini banyak masjid yang telah memiliki pembatas berupa tabir pemisah tempat jemaah laki-laki dan perempuan. Bahkan, di masjid-masjid tertentu ada ruangan khusus bagi jemaah perempuan.
Hal ini bisa menjadi contoh masjid-masjid di Indonesia agar jemaah terhindar dari aksi pelecehan seksual. Namun, ia tak menyangka, masih adanya temuan pelecehan seksual di masjid-masjid meski sudah ada ruangan khusus.
“Dari pengamatan segmentasi tempat di masjid, sebenarnya tidak mudah untuk kemungkinan terjadinya pelecehan seksual, terkecuali sendirian, dan sendirian itu hampir tidak terjadi karena biasanya perempuan juga takut. Sebenarnya sulit dipercaya hal ini (pelecehan) terjadi. Kalau terjadi perlu dinarasi: situasinya seperti apa, waktunya kapan, pelakunya siapa, korbannya siapa,” imbuh Imam.
Sumber: Detik.com












Discussion about this post