• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS

Dari Sekam Menjadi Arang Hayati: Mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi Bersama Warga Desa Pudak Olah Sekam Padi Menjadi Biochar

Editor Rengki Pebrima
08/09/2026
in DAERAH, EKONOMI, LINGKUNGAN, PLESIRAN
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID, MUARO JAMBI – Mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi bersama warga Desa Pudak dan Kelompok Tani Usaha Sepakat mengolah sekam padi menjadi biochar melalui teknologi sederhana. Kegiatan ini menjadi upaya pemanfaatan limbah pertanian sekaligus pengembangan bahan pembenah tanah yang berpotensi mendukung pengelolaan lahan gambut di Desa Pudak.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal sekaligus mengurangi limbah pertanian. Melalui pengolahan sederhana, sekam padi yang sebelumnya kurang dimanfaatkan diubah menjadi biochar yang berpotensi digunakan sebagai salah satu bahan pembenah tanah dan media tanam.

Bagi sebagian masyarakat, sekam padi mungkin hanya dipandang sebagai sisa dari proses penggilingan. Namun, melalui kegiatan ini, mahasiswa bersama Kelompok Tani Usaha Sepakat menunjukkan bahwa limbah pertanian tersebut masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

“Daripada sekam padi yang tidak digunakan hanya dibuang atau dibiarkan menumpuk, lebih baik sekam padinya kita manfaatkan menjadi arang hayati. Nantinya biochar ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam media tanam,” ujar Ahmad Al Fauzan, Ketua PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026.

Kolaborasi Mahasiswa Bersama Warga Desa Pudak dan Kelompok Tani

Kegiatan pembuatan biochar tidak dilakukan secara sepihak oleh mahasiswa. Warga Desa Pudak dan Kelompok Tani Usaha Sepakat turut terlibat secara langsung dalam proses pengolahan sekam padi, mulai dari persiapan bahan hingga proses pembakaran.

Baca juga

Harumkan Nama Depati Tujuh! Rahmayono–Niken Taklukkan Panggung Lagu Daerah Festival Budaya Kerinci 2026

Demi Ketahanan Energi Nasional, SKK Migas dan Pertamina EP Jambi Ajak Masyarakat Turut Menjaga Objek Vital Nasional

Kajati Jambi dan Kapolda Bahas Situasi Keamanan serta Penegakan Hukum

Kabut Asap Selimuti Kerinci, ISPU Belum 200—Dinkes Ingatkan Warga Jangan Lengah

KONI Jambi Siapkan Sport Science dan Pelatih Mental untuk Dongkrak Prestasi PTMSI

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memperkenalkan teknologi pengolahan limbah pertanian, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terlibat dan memahami prosesnya sehingga teknologi sederhana tersebut dapat diterapkan secara mandiri di kemudian hari.

Mengubah Sekam Padi Menjadi Arang Hayati

Proses pembuatan biochar dilakukan dengan menggunakan teknologi sederhana melalui ‘tong pembakaran yang telah dimodifikasi’. Tong tersebut digunakan sebagai tempat pembakaran sekam dengan kondisi yang dikendalikan agar sekam tidak terbakar seluruhnya menjadi abu.

Sekam padi kemudian dimasukkan ke dalam tong dan disusun pada bagian yang telah disiapkan. Proses pembakaran dilakukan secara bertahap hingga sekam mengalami perubahan menjadi arang.

Selama proses berlangsung, mahasiswa bersama warga Desa Pudak dan anggota Kelompok Tani Usaha Sepakat memperhatikan kondisi pembakaran agar sekam tidak seluruhnya berubah menjadi abu. Setelah sekam mulai menjadi arang, bahan tersebut dapat diaduk secara perlahan untuk membantu meratakan proses pembakaran.

Pengadukan dilakukan agar bagian sekam yang belum terbakar dapat memperoleh panas secara lebih merata. Dengan demikian, biochar yang dihasilkan diharapkan memiliki tingkat kematangan yang lebih seragam.

Setelah proses pembakaran selesai, biochar kemudian didinginkan dan dipersiapkan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam media tanam.

Biochar dan Potensinya bagi Lahan Gambut

Pemanfaatan biochar menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan kondisi lahan di Desa Pudak yang memiliki karakteristik ‘lahan gambut’.

Tanah gambut memiliki karakteristik yang berbeda dengan tanah mineral, salah satunya tingkat keasaman yang relatif tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan lahan untuk kegiatan pertanian.

Biochar berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pembenah tanah. Karakteristiknya dapat membantu memperbaiki beberapa sifat media tanam, termasuk kondisi fisik tanah serta kemampuan tanah dalam mempertahankan air dan menyediakan ruang bagi unsur hara.

“Biochar ini nantinya bisa dikembangkan untuk dicampurkan dengan media tanam, termasuk dalam pengelolaan lahan gambut. Harapannya, masyarakat bisa melihat bahwa sekam padi yang sebelumnya dianggap limbah ternyata masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan,” jelas Fauzan.

Penggunaan biochar tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Biochar bukan solusi tunggal untuk seluruh permasalahan tanah, tetapi dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan dalam pengelolaan media tanam secara lebih berkelanjutan.

Dari Sekam, Tumbuh Semangat Pertanian Berkelanjutan

Kegiatan yang dilakukan bersama Kelompok Tani Usaha Sepakat ini bukan hanya menghasilkan biochar, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun keberlanjutan pemanfaatan limbah pertanian di Desa Pudak.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026 dan masyarakat Desa Pudak, sekam padi yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang berpotensi mendukung kegiatan pertanian. Proses yang dilakukan secara langsung juga memberikan pengalaman kepada warga Desa Pudak dan anggota kelompok tani mengenai cara mengolah sekam menjadi biochar dengan menggunakan teknologi sederhana.

Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada proses pembuatan biochar. Untuk memastikan pemanfaatan dan produksi biochar dapat terus dilanjutkan, dibentuk Sistem Berbasis Biochar Daya Guna Masyarakat (SIBERDAYA) sebagai tim yang akan melanjutkan kegiatan pengolahan sekam padi menjadi biochar di Desa Pudak.

Dengan adanya SIBERDAYA, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan bersama mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026 tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat. Sebaliknya, pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan dan dikembangkan oleh masyarakat melalui kegiatan produksi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bagi Warga Desa Pudak dan Kelompok Tani Usaha Sepakat, keterlibatan dalam proses pembuatan biochar menjadi pengalaman baru dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Sementara bagi SIBERDAYA, keberlanjutan produksi biochar menjadi kesempatan untuk mengembangkan inovasi sederhana yang memiliki potensi memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Pada akhirnya, inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit. Terkadang, perubahan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana—dari sekam padi yang dianggap sebagai limbah, menjadi arang hayati yang memiliki potensi untuk kembali memberi manfaat bagi tanah dan pertanian.

(Rgk)

Previous Post

Kabut Asap Kepung Kerinci, Kasus ISPA Meningkatkan, Warga Diminta Jangan Abai

Next Post

Membaca Air, Mencegah Bencana: Mahasiswa UNJA dan Warga Pudak Pasang Alat Pemantau Gambut

Artikel terkait

EKONOMI

Demi Ketahanan Energi Nasional, SKK Migas dan Pertamina EP Jambi Ajak Masyarakat Turut Menjaga Objek Vital Nasional

24/10/2026
2k
DAERAH

Kabut Asap Selimuti Kerinci, ISPU Belum 200—Dinkes Ingatkan Warga Jangan Lengah

24/10/2026
2k
Oplus_16908288
DAERAH

Mega Proyek RS Kerinci Rp137.509.300.000 Disorot, BBM Diduga Ilegal Jadi Pertanyaan Serius

23/10/2026
2k
EKONOMI

TPAKD Award 2026, Kota Jambi Diakui atas Upaya Perluasan Akses Keuangan Masyarakat

23/10/2026
2k
EKONOMI

Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi

22/10/2026
2k
Next Post

Membaca Air, Mencegah Bencana: Mahasiswa UNJA dan Warga Pudak Pasang Alat Pemantau Gambut

SIGANA Hadir di Desa Pudak, Mahasiswa PPK Ormawa BEM UNJA Edukasi Warga Hadapi Risiko Kesehatan Pasca Banjir

Pemkot Jambi: Status Lahan Raden Mattaher Sudah Inkrah, Tak Ada Polemik Lagi

TAHURA STS DI UJUNG ANCAMAN API! BUPATI TURUN LANGSUNG, SEMUA UNSUR DIMINTA TAK BOLEH LENGAH

Karhutla Batang Hari Belum Padam, Gubernur Al Haris Perkuat Operasi Darat dan Udara

Discussion about this post

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123