• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS

Membaca Air, Mencegah Bencana: Mahasiswa UNJA dan Warga Pudak Pasang Alat Pemantau Gambut

Editor Rengki Pebrima
08/09/2026
in DAERAH, EKONOMI, LINGKUNGAN, PLESIRAN
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID, MUARO JAMBI — Air menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di wilayah gambut yang kondisi airnya perlu terus diperhatikan. Muka air yang terlalu rendah dapat meningkatkan kerentanan lahan terhadap kebakaran, sementara kenaikan air yang berlebihan dapat meningkatkan risiko banjir. Menyadari pentingnya pemantauan kondisi tersebut, mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026 bersama masyarakat Desa Pudak memasang piezometer dan staff gauge di RT 13 dan RT 16, Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

Pemasangan empat alat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pemantauan kondisi air yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Masing-masing lokasi dilengkapi satu piezometer untuk memantau muka air tanah dan satu staff gauge untuk memantau tinggi muka air di kanal.

Dengan adanya alat tersebut, masyarakat tidak hanya dapat mengetahui perubahan kondisi air di wilayahnya, tetapi juga memiliki dasar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan maupun banjir.

Piezometer: Membaca Air yang Tersembunyi di Dalam Tanah

Kondisi air di dalam tanah tidak dapat diketahui hanya dengan melihat permukaan lahan. Karena itu, piezometer digunakan untuk membantu masyarakat memantau tinggi muka air tanah, khususnya pada wilayah gambut.

Melalui piezometer, perubahan muka air tanah dapat diamati secara lebih sederhana. Alat tersebut dilengkapi indikator warna hijau, kuning, dan merah untuk membantu masyarakat mengenali kondisi muka air tanah.

Baca juga

Kabut Asap Selimuti Kerinci, ISPU Belum 200—Dinkes Ingatkan Warga Jangan Lengah

KONI Jambi Siapkan Sport Science dan Pelatih Mental untuk Dongkrak Prestasi PTMSI

Bukan Sekadar Membuka Turnamen, Bupati Fadhil Ikut Bertanding, Batang Hari Menang 5-0

Mega Proyek RS Kerinci Rp137.509.300.000 Disorot, BBM Diduga Ilegal Jadi Pertanyaan Serius

TNI AD Tuntaskan Rehab Ponpes Hijratul Khair Bungo, Asrama dan Kamar Mandi Santriwati Kini Lebih Layak

Zona hijau menunjukkan kondisi muka air tanah yang relatif aman. Zona kuning menjadi tanda agar masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi lahan. Sementara itu, zona merah menunjukkan muka air tanah yang sangat rendah sehingga kondisi lahan memerlukan perhatian lebih karena risiko kebakaran menjadi lebih tinggi.

Penggunaan indikator warna membuat informasi pada piezometer lebih mudah dipahami. Masyarakat tidak harus melakukan pengukuran yang rumit untuk mengetahui kondisi muka air tanah, tetapi cukup memperhatikan posisi air terhadap zona indikator yang tersedia.

Dokumentasi: Pemasangan Piezometer pada lahan yang biasanya kekeringan dan terkena Banjir

Staff Gauge: Memantau Air di Kanal

Jika piezometer digunakan untuk memantau muka air tanah, staff gauge digunakan untuk mengetahui tinggi muka air di permukaan, khususnya pada kanal.

Staff gauge yang dipasang di RT 13 dan RT 16 juga menggunakan indikator warna hijau, kuning, dan merah. Ketika permukaan air berada pada zona hijau, kondisi masih berada pada tingkat yang relatif normal. Saat air memasuki zona kuning, masyarakat diharapkan mulai meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi.

Apabila air terus mengalami kenaikan hingga memasuki zona merah, kondisi tersebut menunjukkan bahwa permukaan air sudah sangat tinggi sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir.

Sistem indikator warna tersebut dirancang agar informasi mengenai perubahan kondisi air dapat dikenali dengan cepat oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Dokumentasi: Pemasangan Staff Gauge di Kanal yang pertama kali terkena Banjir.

Dua Lokasi, Satu Sistem Pemantauan

Rangkaian implementasi di Desa Pudak dimulai dari RT 16. Setelah sosialisasi dilaksanakan pada 4 Agustus 2026, pemasangan piezometer dan staff gauge dilakukan pada 11 Agustus 2026.

Pemasangan tersebut menjadi langkah awal dalam menghadirkan sistem pemantauan air berbasis masyarakat. Dengan adanya alat yang dapat diamati secara langsung, warga RT 16 memiliki sarana untuk mengenali perubahan kondisi muka air tanah maupun tinggi air di kanal.

Upaya pemantauan kemudian diperluas ke RT 13. Sosialisasi kepada masyarakat dilaksanakan pada 28 Agustus 2026, sebelum pemasangan piezometer dan staff gauge pada 31 agustus 2026.

Dengan diterapkannya sistem yang sama di RT 13, pemantauan kondisi air di Desa Pudak menjadi lebih luas. Kedua wilayah memiliki alat yang dapat digunakan masyarakat untuk mengenali perubahan kondisi air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko lingkungan.

Pemasangan alat di RT 13 dan RT 16 menjadi bagian dari upaya memperkuat pemantauan kondisi air di Desa Pudak. Kedua lokasi dipilih untuk mendukung pemantauan kondisi air yang berkaitan dengan potensi banjir maupun kebakaran lahan.

Ketua RT 13, Mukhlisin, menyambut baik pemasangan piezometer dan staff gauge di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan alat tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi air dengan lebih mudah sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal.

“Di wilayah ini memang perlu ada pemantauan kondisi air karena masyarakat menghadapi risiko banjir dan juga kondisi lahan yang dapat menjadi rawan ketika air terlalu rendah. Dengan adanya alat ini, warga lebih mudah mengetahui kondisi air dan bisa melakukan antisipasi lebih awal,” ujar Mukhlisin.

Hal serupa disampaikan Ketua RT 16, Abdul. Ia menilai keberadaan piezometer dan staff gauge dapat menjadi alat bantu bagi masyarakat dalam mengenali perubahan kondisi air di lingkungan sekitar.

“Dengan adanya piezometer dan staff gauge, warga jadi mempunyai alat bantu untuk melihat kondisi air. Kalau air mulai naik atau justru terlalu rendah, masyarakat bisa lebih cepat mengetahui dan mengambil langkah yang diperlukan,” ungkap Abdul.

Keterlibatan masyarakat dalam pemasangan dan pemanfaatan alat menjadi bagian penting agar sistem pemantauan tidak berhenti setelah kegiatan mahasiswa selesai.

SIMANTAP: Menjaga Pemantauan Tetap Berjalan

Untuk mendukung keberlanjutan sistem pemantauan, mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026 membentuk SIMANTAP (Sistem Pemantauan Tinggi Muka Air Pudak).

SIMANTAP menjadi bagian dari upaya melanjutkan pemantauan tinggi muka air di Desa Pudak melalui pemanfaatan piezometer dan staff gauge yang telah dipasang di RT 13 dan RT 16. Keberadaan tim ini diharapkan dapat membantu memastikan alat tetap dimanfaatkan dan kondisi air dapat dipantau secara berkala.

Melalui SIMANTAP, pemantauan kondisi air diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat terus dilakukan oleh masyarakat. Informasi yang diperoleh dari alat dapat menjadi salah satu bahan bagi warga untuk mengenali perubahan kondisi lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.

Dengan demikian, pemasangan alat tidak hanya menghasilkan sarana pemantauan, tetapi juga membangun sistem yang dapat terus dimanfaatkan setelah program PPK Ormawa berakhir.

Teknologi Sederhana, Langkah Nyata untuk Kesiapsiagaan

Bagi mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026, pemasangan piezometer dan staff gauge bukan sekadar kegiatan memasang alat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan teknologi sederhana yang dapat digunakan dan dipahami masyarakat secara langsung.

Ketua PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026, Ahmad Al-Fauzan, menjelaskan bahwa pemantauan kondisi air menjadi hal penting dalam pengelolaan wilayah gambut.

“Melalui pemasangan piezometer dan staff gauge, kami ingin membantu masyarakat mendapatkan informasi mengenai kondisi air dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Harapannya, informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi warga untuk lebih siap menghadapi risiko kebakaran ketika muka air tanah terlalu rendah maupun risiko banjir ketika muka air di kanal mengalami kenaikan,” ujar Fauzan.

Menurutnya, keberadaan alat juga perlu diikuti dengan keterlibatan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Yang paling penting bukan hanya alatnya, tetapi bagaimana alat ini bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami berharap warga dapat membaca indikatornya, memahami kondisinya, dan bersama-sama melakukan langkah antisipasi,” lanjutnya.

Dari Membaca Air hingga Membangun Kesiapsiagaan

Pemasangan piezometer dan staff gauge di Desa Pudak menunjukkan bahwa upaya mitigasi bencana dapat dimulai dari teknologi yang sederhana dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui indikator warna yang mudah dipahami, masyarakat dapat mengenali perubahan kondisi air tanpa harus menggunakan sistem pengukuran yang rumit. Piezometer membantu membaca kondisi muka air tanah, sementara staff gauge memberikan gambaran mengenai perubahan tinggi muka air di kanal.

Lebih dari sekadar pemasangan alat, hadirnya SIMANTAP menjadi langkah untuk menjaga agar pemantauan tersebut dapat terus dilakukan. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar sistem yang telah dibangun bersama dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Empat alat yang terpasang di RT 13 dan RT 16 bukan sekadar benda yang berdiri di sekitar kanal dan lahan. Alat-alat tersebut menjadi bagian dari langkah kecil Desa Pudak dalam membangun masyarakat yang lebih tanggap terhadap perubahan kondisi lingkungan.

Karena dalam menghadapi banjir dan kebakaran lahan, mengetahui kondisi air lebih awal berarti memiliki kesempatan untuk bersiap lebih awal.

(Rgk)

Previous Post

Dari Sekam Menjadi Arang Hayati: Mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi Bersama Warga Desa Pudak Olah Sekam Padi Menjadi Biochar

Next Post

SIGANA Hadir di Desa Pudak, Mahasiswa PPK Ormawa BEM UNJA Edukasi Warga Hadapi Risiko Kesehatan Pasca Banjir

Artikel terkait

DAERAH

Kabut Asap Selimuti Kerinci, ISPU Belum 200—Dinkes Ingatkan Warga Jangan Lengah

24/10/2026
2k
Oplus_16908288
DAERAH

Mega Proyek RS Kerinci Rp137.509.300.000 Disorot, BBM Diduga Ilegal Jadi Pertanyaan Serius

23/10/2026
2k
EKONOMI

TPAKD Award 2026, Kota Jambi Diakui atas Upaya Perluasan Akses Keuangan Masyarakat

23/10/2026
2k
EKONOMI

Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi

22/10/2026
2k
EKONOMI

Tekan Inflasi Pangan 2,97 Persen, Sekda Sudirman Buka Gerakan Pangan Murah di Hari Pangan Sedunia 2026

21/10/2026
2k
Next Post

SIGANA Hadir di Desa Pudak, Mahasiswa PPK Ormawa BEM UNJA Edukasi Warga Hadapi Risiko Kesehatan Pasca Banjir

Pemkot Jambi: Status Lahan Raden Mattaher Sudah Inkrah, Tak Ada Polemik Lagi

TAHURA STS DI UJUNG ANCAMAN API! BUPATI TURUN LANGSUNG, SEMUA UNSUR DIMINTA TAK BOLEH LENGAH

Karhutla Batang Hari Belum Padam, Gubernur Al Haris Perkuat Operasi Darat dan Udara

NUCA Featuring The Nertunes Jadi Kejutan JBC Festival 2026, Siap Bikin Paviliun JBC Makin Pecah

Discussion about this post

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123