Sekato.id,Batang Hari, Jambi — Tahura Sultan Thaha Syaifuddin (STS) tak boleh lengah. Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bukan persoalan yang bisa menunggu sampai asap mengepul dan api membesar. Setiap potensi kebakaran di kawasan hutan harus dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih luas.
Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap Karhutla, Bupati Batang Hari bersama jajaran turun langsung meninjau kawasan Tahura STS. Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus melihat secara langsung kesiapan pencegahan dan penanganan Karhutla.
Sebab, sekali api membesar, persoalannya bukan lagi sekadar memadamkan kebakaran. Hutan, ekosistem, kualitas udara hingga keselamatan masyarakat di sekitar kawasan dapat ikut dipertaruhkan. Karena itu, kesiapsiagaan tidak boleh berhenti pada rapat dan koordinasi, tetapi harus terlihat dalam pengawasan lapangan, deteksi dini, kesiapan personel dan kecepatan respons.
Tahura STS merupakan kawasan yang harus dijaga bersama. Ancaman api harus dihadapi sebelum terlambat, bukan setelah asap memenuhi langit.
Bupati dan jajaran turun langsung menjadi bagian dari upaya memastikan pencegahan Karhutla berjalan di lapangan. Namun, tantangan sesungguhnya adalah memastikan seluruh unsur tetap waspada dan mampu bergerak cepat apabila ditemukan potensi kebakaran.
Pertanyaannya sederhana: apakah kita akan menunggu api membesar baru bergerak, atau mencegahnya sejak titik pertama terdeteksi?
Karhutla tidak boleh diberi ruang untuk berkembang.
🔥 JANGAN TUNGGU ASAP MEMENUHI LANGIT!
TAHURA STS HARUS DIJAGA.
HUTAN HARUS DISELAMATKAN.
KARHUTLA HARUS DIPADAMKAN SEBELUM MENJADI BENCANA.(TN)












Discussion about this post