SEKATO.ID, JAMBI – Nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada Juni 2026 mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Jambi mencapai US$190,78 juta, turun 2,02 persen dari Mei 2026 yang sebesar US$194,72 juta.
Meski mengalami penurunan, sektor industri masih menjadi kontributor terbesar terhadap ekspor Jambi dengan porsi 50,11 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor pertambangan sebesar 45,41 persen, sementara sektor pertanian menyumbang 4,49 persen.
Adapun lima negara tujuan ekspor terbesar selama Juni 2026 adalah Singapura, Jepang, Malaysia, India, dan Amerika Serikat.
Di sisi impor, penurunan justru terjadi lebih tajam. Nilai impor Jambi turun 18,73 persen, dari US$11,09 juta pada Mei menjadi US$9,02 juta pada Juni 2026.
Impor terbesar masih didominasi komoditas mesin dan alat angkutan yang menyumbang 69,27 persen dari total impor. Selanjutnya kelompok hasil industri dan lainnya sebesar 23,79 persen, serta bahan kimia dan sejenisnya sebesar 6,48 persen.
Sementara itu, lima negara pemasok impor terbesar ke Jambi adalah Tiongkok, Finlandia, Amerika Serikat, Perancis, dan Malaysia.
Data tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Jambi masih ditopang sektor industri, meski nilai ekspor maupun impor sama-sama mengalami penurunan selama Juni 2026.
(ARA)












Discussion about this post