SEKATO.ID|JAKARTA – Ketua Kadin Rosan Roeslani mengatakan ada 17.387 perusahaan yang sudah mendaftar program vaksinasi gotong royong. Adapun sasaran penyuntikan tercatat sebanyak 8,6 juta orang.
“Program vaksinasi gotong royong yang dibuka sejak 28 Januari 2021 hingga 10 April 2021, tercatat sebanyak 17.387perusahaan telah mendaftar dengan 8,6 juta orang sasaran vaksinasi,” ujar Rosan.
Dikutip dari Kompas.com, Wakil Ketua Umun Bidang Hubungan Internasional Kadin Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, 500 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) swasta sudah melakukan pendaftaran untuk vaksinasi gotong royong.
“Sudah mendaftar ada 500 fasyankes swasta yang mau mengikuti program ini. Nanti kami sampaikan ke Bio Farma dan Kemenkes untuk diverifikasi, karena sebagai fasyankes itu harus memenuhi persyaratan untuk vaksinasi, punya jaringan dingin (cold chain), vaksinatornya harus disertifikasi,” kata Shinta, Senin (26/4/2021).
Mekanisme vaksin gotong royong pada dasarnya sama dengan vaksinasi program pemerintah. Bedanya hanya terletak pada pembiayaan vaksinasi.
Vaksinasi program pemerintah sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah, sedangkan vaksin gotong royong dibiayai oleh perusahaan, badan hukum, atau badan usaha.
“Vaksin goting royong dibeli oleh perusahaan dan diberikan gratis ke pekerjanya,” ujar Rosan Roeslani.












Discussion about this post