• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS

Wamenkumham Sebut Diskon dan Vocer Bisa Jadi Gratifikasi

Editor Ara Permana Putra
30/11/2021
in HUKUM, NASIONAL, PEMERINTAHAN
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID | JAKARTA – Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Prof Edward (Eddy) Omar Sharif Hiariej menjelaskan, siapa pun yang telah menduduki jabatan publik, tidak boleh lagi menerima apa pun baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebab, itu bisa masuk ke dalam pasal gratifikasi.

Demikian ditekankan Prof Eddy Hiariej saat menjadi pembicara dalam Webinar Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) bertema ‘Pengendalian Gratifikasi : Mencabut Akar Korupsi’. Kata Prof Eddy, voucher belanja hingga tiket pesawat bisa jadi ancaman gratifikasi bagi para pejabat negara.

“Apa makna ketentuan gratifikasi ini bagi penyelenggara negara? ketika menduduki jabatan publik, seorang pejabat publik tidak boleh lagi menerima apa pun. Karena apa, karena bisa kualifikasinya dalam gratifikasi,” kata Prof Eddy melalui akun YouTube KPK RI, Selasa (30/11/2021).

“Apalagi kalau kita merujuk pada undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi, penjelasan pasal gratifikasi sangat luas. Tidak hanya uang, bisa discount, bisa voucher, tiket pesawat, dan lain-lain,” imbuhnya.

Berdasarkan aturan, dibeberkan Prof Eddy, ada penghapusan pidana terhadap penyelenggara negara yang menerima gratifikasi. Asalkan, sambungnya, penyelenggara negara tersebut melaporkan penerimaan gratifikasinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum 30 hari.

“Apa alasan penghapusan pidana? ada dua. Satu, yang menerima gratifikasi atau si penerima gratifikasi harus melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi itu syarat pertama. Kedua, tidak boleh lebih dari 30 hari,” terang Prof Eddy.

Baca juga

2015-2021, Laporan Gratifikasi yang Masuk ke KPK Sebanyak 7.709 Laporan

Kemekum HAM Ungkap Status Kewarganegaraan Jozeph Paul Zhang

“Kalau dia melapor lebih dari 30 hari bisa dilakukan tuntutan pidana gratifikasi. Jadi ada syaratnya untuk tidak dituntut secara pidana. Pertama lapor kepada KPK. Kedua, dalam waktu 30 hari,” pungkasnya.

Sumber: okezone.com

Tags: GratifikasiKemenkum HAM
Previous Post

Ketua KPI Klaim Siap Tindaklanjuti Rekomendasi Komnas HAM

Next Post

Pimpinan MPR Kompak Desak Jokowi Copot Menkeu Sri Mulyani, Ini Alasannya

Artikel terkait

DAERAH

Dinkes Kerinci Genjot Kapasitas Pengelola BLUD, Target Pelayanan Makin Cepat dan Bermutu

28/09/2026
2k
PEMERINTAHAN

Maulana Bagikan Praktik Kampung Bahagia, Tekankan Partisipasi dan Gotong Royong dalam Pembangunan

26/09/2026
2k
PEMERINTAHAN

Jelang Healthy Cities Summit 2026, Pemkot Jambi Bekali 500 Lebih LO untuk Sukseskan Penyelenggaraan

25/09/2026
2k
PEMERINTAHAN

Diza Pimpin Evaluasi Pemerintah Digital, Pemkot Jambi Kejar Penguatan Layanan Publik

22/09/2026
2k
PEMERINTAHAN

Gubernur Al Haris Bersama Danrem 042/Gapu Patroli Udara Tinjau Karhutla di Tanjab Timur

21/09/2026
2k
Next Post

Pimpinan MPR Kompak Desak Jokowi Copot Menkeu Sri Mulyani, Ini Alasannya

Vitamin Generos sebagai Solusi Permasalahan Kesehatan

BIN Daerah Jambi Gencarkan Vaksinasi di Tanjab Barat Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Tahanan Kabur, Kapolres Batanghari Turut Diperiksa

DPR Pinta Kemenag Revisi Besar Biaya Umrah

Discussion about this post

Kalender

September 2026
SMTWTFS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930 
« Aug    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123