• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS

2015-2021, Laporan Gratifikasi yang Masuk ke KPK Sebanyak 7.709 Laporan

Editor Ara Permana Putra
30/11/2021
in HUKUM, NASIONAL, PEMERINTAHAN
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID | JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya membasmi gratifikasi yang masih menjadi budaya.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron di acara Webinar Pengendalian Gratifikasi bertajuk “Mencabut Akar Korupsi” yang diselenggarakan KPK melalui virtual, Selasa siang (30/11).

Dalam acara ini, Ghufron membeberkan statistik pelaporan gratifikasi sejak Januari 2015 hingga September 2021.

“Ini yang perlu kami sampaikan statistik laporan gratifikasi yang laporan masuk itu ada 7.709, yang kemudian kami tetapkan menjadi milik negara itu 6.310,” ujar Ghufron seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa siang (30/11).

Dari gratifikasi yang telah ditetapkan menjadi milik negara tersebut kata Ghufron, nilainya mencapai Rp 171 miliar.

Dijelaskan Ghufron, banyaknya laporan gratifikasi tidak kemudian mengindikasikan Indonesia telah bebas dari korupsi. Sebab, ada kecenderungan yang dilaporkan pada KPK hanya yang nilainya kecil.

Baca juga

DPRD bersama KPK Gelar Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

Gubernur Al Haris: Pemprov Jambi dan Kabupaten/Kota Butuh Pembinaan KPK

Dahlan Iskan Dipanggil KPK terkait Kasus Korupsi LNG Pertamina

Cegah Korupsi di Sektor Jasa Keuangan, OJK dan KPK Bersinergi

Kepala Badan Pengelola Pajak Jambi Benarkan Ada 28 Pelaku Usaha Menunggak Pajak

KPK menangkap fenomena, penyelenggara negara tidak melaporkan gratifikasi yang nilainya besar.

“Banyak sekali gratifikasinya sudah banyak dilaporkan, tetapi yang dilaporkan yang kecil-kecil. Ternyata yang besar tidak dilaporkan. Ini juga menjadi fenomena,” jelas Ghufron.

Acara webinar ini juga dihadiri beberapa narasumber. Yaitu, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Prof Edward Omar Sharif Hiariej.

Selain itu ada empat penanggap yaitu Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Deni Suardini; Walikota Semarang, Hendrar Prihadi; Inspektur Provinsi Sumatera Utara, Lasro Marbun; dan Junior Manager Pengamanan Pengawalan Kereta PT Kereta Commuter Indonesia, Wahyu Listyantara.

Sumber: rmol.id

Tags: GratifikasiKPK
Previous Post

Kinerja APBN Membaik

Next Post

Pendiri Twitter Undur Diri dari Perusahaannya

Artikel terkait

DAERAH

Dinkes Kerinci Genjot Kapasitas Pengelola BLUD, Target Pelayanan Makin Cepat dan Bermutu

28/09/2026
2k
PEMERINTAHAN

Maulana Bagikan Praktik Kampung Bahagia, Tekankan Partisipasi dan Gotong Royong dalam Pembangunan

26/09/2026
2k
PEMERINTAHAN

Jelang Healthy Cities Summit 2026, Pemkot Jambi Bekali 500 Lebih LO untuk Sukseskan Penyelenggaraan

25/09/2026
2k
PEMERINTAHAN

Diza Pimpin Evaluasi Pemerintah Digital, Pemkot Jambi Kejar Penguatan Layanan Publik

22/09/2026
2k
PEMERINTAHAN

Gubernur Al Haris Bersama Danrem 042/Gapu Patroli Udara Tinjau Karhutla di Tanjab Timur

21/09/2026
2k
Next Post

Pendiri Twitter Undur Diri dari Perusahaannya

Barbados Resmi Jadi Negara Republik, Ikatan Kolonial Hampir 400 Tahun dengan Inggris Putus

Ketua KPI Klaim Siap Tindaklanjuti Rekomendasi Komnas HAM

Wamenkumham Sebut Diskon dan Vocer Bisa Jadi Gratifikasi

Pimpinan MPR Kompak Desak Jokowi Copot Menkeu Sri Mulyani, Ini Alasannya

Discussion about this post

Kalender

September 2026
SMTWTFS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930 
« Aug    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123