SEKATO.ID | JAMBI – Tim Subdit V Cyber Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menangkap penyedia buku tabungan investasi bodong Share Results (SR) bernama Rizki (35) warga Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan tersangka Rizki memiliki peran pembuka rekening awal untuk para penampung modal atau aliran dana yang ada di Indon
“Kita lakukan penangkapan di rumahnya di Jember Jatim, dan sekarang menjadi tahanan dj Polda Jambi statusnya tersangka,” katanya, Jum’at (19/3/2021).
Dijelaskan Sigit, investasi bodong Share Results ini merupakan jaringan internasional, dimana pelaku aktor utama money game skema Ponzi ini berada di Malaysia. Tersangka berinsial R pun tidak mengetahui tujuan pembukaan rekening yang dilakukan tersebut.
“Pelaku R tidak memiliki hubungan langsung dengan pelaku yang ada di Malaysia. Namun, pelaku R pernah bekerja di Malaysia dan mengetahui pelaku. Saat tersangka berada di Indonesia dihubungi oleh orangtuanya untuk membantu orang yang ada di Malaysia tersebut,” jelasnya.
Sigit menyebutkan keuntungan tersangka R membuka rekening cukup besar. Ia diberikan Rp8 juta dari pelaku di Malaysia dengan rincian Rp1 juta untuk atas nama orang yang membuka rekening, sedangkan Rp500 ribu untuk deposit pembukaan awal.
“Sisa Rp6,5 juta menjadi keuntungan tersangka,” sebutnya.
Hingga saat ini korban investasi Bodong Share Results terdata sebanyak 385 peserta. Sebagian besar sebanyak 346 peserta berada di Provinsi jambi dan selebihnya berada diluar provinsi Jambi.
Adapun jumlah kerugian dari seluruh peserta sebanyak Rp2,1 Miliar.
Sigit menambahkan Share Results merupakan kegiatan money game atau skema ponzi dengan memberikan keuntungan yang tidak wajar. Namun demikian, skema ponzi tergantung sekali terhadap perekrutan anggota baru. Sepanjang masih ada anggota baru yang direkrut maka masih bisa berjalan.
“Sebetulnya ini semacam metode gali lobang tutup lobang. Ini yg harus dipahami oleh masyarakat. Sehingga suatu ketika piramida yang dibangun semakin besar, semakin aulit mencari jumlah anggota baru maka bangunan akan hancur seketika,” katanya.
Ia mengatakan saat ini Polda Jambi telah berupaya secara maksimal bekerja sama dengan Kemenkumham RI difasilitasi dengan Mabes Polri, mutual legal Asistant dan pemerintah Malaysia baik melalui birokratik chanel atau Interpol Chanel untuk menemukan keberadaan pelaku yang belum tertangkap.












Discussion about this post