SEKATO.ID, JAMBI – Kondisi SMA Negeri 12 Kota Jambi yang berdampingan langsung dengan rumah potong hewan mendapat perhatian serius dari Wali Kota Jambi, Maulana. Persoalan itu mencuat usai dirinya meninjau langsung kawasan Dinas Pertanian Kota Jambi dan melihat aktivitas sekolah yang berada sangat dekat dengan area rumah potong hewan (RPH). Berlokasi di Jalan Kapten Pattimura, Kenali Besar, Kecamatan Kota Baru.
Dalam kunjungan tersebut, Maulana mengaku prihatin karena ratusan pelajar harus belajar di lingkungan yang berpotensi terdampak bau dan aktivitas pemotongan hewan. Ia menyebut, kondisi itu tidak boleh dibiarkan berlangsung lama karena menyangkut kenyamanan dan kesehatan siswa.
“Karena saya sudah mendapatkan laporan, di sini Alhamdulillah ada SMA 12. Muridnya 900 lebih anak-anak kita belajar tadi. Dan bersebelahan dengan rumah potong hewan, masih sangat terbuka,” ujar Maulana seusai peninjauan.
Menurutnya, Pemerintah Kota Jambi langsung bergerak mencari solusi agar aktivitas pendidikan dan operasional rumah potong hewan sama-sama tetap berjalan tanpa saling mengganggu. Salah satu langkah yang akan dilakukan ialah membuka akses khusus menuju rumah potong hewan sehingga jalurnya tidak lagi menyatu dengan lingkungan sekolah.
Maulana mengatakan, rencana penataan itu sudah ia laporkan langsung kepada Gubernur Jambi karena sebagian aset lahan di kawasan tersebut merupakan milik Pemerintah Provinsi Jambi. Ia menyebut, pemerintah memiliki lahan sekitar setengah hektare di bagian belakang yang akan dimanfaatkan untuk mendukung penataan kawasan.
“Kita memiliki lahan setengah hektare di belakangnya. Kita akan timbun. Kita akan buka akses tersendiri untuk rumah potong hewan,” katanya.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana membangun pembatas permanen berupa pagar tinggi di area perbatasan sekolah dan rumah potong hewan. Langkah tersebut dilakukan agar para siswa tidak lagi terdampak bau maupun aktivitas dari kawasan RPH.
“Sehingga perbatasan dengan sekolah dipagar tinggi. Anak-anak sekolah tidak tercemar, tidak terkontaminasi bau dan lain-lain,” lanjutnya.
Maulana berharap penataan ini menjadi solusi jangka panjang yang mampu menciptakan lingkungan belajar lebih nyaman bagi siswa SMA 12 Kota Jambi, tanpa harus menghentikan operasional rumah potong hewan yang selama ini tetap dibutuhkan masyarakat.
“Mudah-mudahan langkah ini adalah langkah yang baik. Bersama Pak Gubernur tadi saya sudah laporkan. Mudah-mudahan anak-anak bisa sekolah dengan nyaman. Program rumah potong hewan juga tetap bisa dijalankan,” tutupnya. (ara)











Discussion about this post