SEKATO.ID, JAMBI – Program Kampung Bahagia yang digagas Pemerintah Kota Jambi kembali mendapat pengakuan. Wali Kota Jambi Maulana menerima penghargaan langsung dari Kapolda Jambi Krisno H. Siregar atas keberhasilan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Jambi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Apel Sabuk Kamtibmas bertajuk “Satu Sabuk, Satu Komitmen Untuk Kota Jambi Aman dan Bahagia” yang digelar di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Rabu pagi (25/5/2026).
Apel itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran pejabat utama Polda Jambi, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hingga pelajar Pramuka Kota Jambi.
Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menilai Program Kampung Bahagia bukan sekadar pembangunan lingkungan, tetapi juga berhasil membangun rasa aman dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program ini. Karena situasi aman bukan hanya terbebas dari tindak kejahatan, namun juga menciptakan rasa nyaman, tenang dan bangga tinggal di lingkungan sendiri,” ujarnya.
Menurut Kapolda, program tersebut membuat masyarakat semakin aktif menjaga lingkungannya melalui semangat musyawarah, kebersamaan dan kepercayaan antarwarga.
“Program ini harus terus diperkuat di seluruh wilayah Kota Jambi, karena inilah wujud nyata kamtibmas yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.
Salah satu langkah strategis yang turut diapresiasi adalah pemasangan CCTV di setiap RT melalui Program Kampung Bahagia. Ke depan, jaringan CCTV itu disebut akan terkoneksi langsung dengan Command Center Polda Jambi.
“Kami sudah membangun kontak darurat 110 dan nantinya CCTV di setiap RT akan terhubung ke Command Center Polda. Ini akan mempersempit ruang gerak kriminalitas,” ungkap Krisno.
Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi informasi palsu atau hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Kota Jambi akan kuat kalau masyarakatnya bersatu dan saling peduli,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Maulana menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah dan aparat keamanan.
“Saat ini melalui Program Kampung Bahagia ada tiga pilar, yakni lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang bergerak bersama menjaga wilayah. Mulai dari pembangunan drainase, jalan lingkungan hingga pemasangan CCTV untuk menjaga keamanan,” ujar Maulana.
Ia menegaskan penghargaan yang diterimanya hanyalah simbol, sementara keberhasilan sesungguhnya berasal dari partisipasi aktif masyarakat menjalankan Program Kampung Bahagia.
“Saya menerima penghargaan ini hanya simbolisasi sebagai wali kota. Prestasi ini datang dari masyarakat yang menjalankan program Kampung Bahagia,” katanya.
Maulana berharap program tersebut terus berkembang agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, pengelolaan sampah yang lebih baik dan keamanan lingkungan yang semakin terkendali.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Sabuk Kamtibmas yang berisi komitmen menjaga persatuan NKRI, aktif menjaga keamanan lingkungan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat demi mewujudkan Kota Jambi yang aman, sejahtera dan bahagia.
Penghargaan dari Kapolda Jambi itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Program Kampung Bahagia tak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga berhasil membangun ketahanan sosial dan keamanan berbasis partisipasi warga hingga ke tingkat RT.
(IMG)












Discussion about this post