SEKATO.ID, JAMBI – Semangat gotong royong dan perubahan budaya pengelolaan sampah mewarnai launching Program Kampung Bahagia sekaligus pelepasan operasional OPBM (Operasional Pengangkutan Berbasis Masyarakat) di RT 06, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Minggu (24/5/2026).
Dalam kegiatan itu, Wali Kota Jambi Maulana secara resmi melepas 12 unit gerobak motor (Germo) OPBM yang akan beroperasi menjemput sampah warga langsung dari rumah ke rumah.
Peluncuran program tersebut juga dirangkaikan dengan gotong royong pembangunan infrastruktur lingkungan serta launching Kelurahan Cantik (Kelurahan Cinta Statistik) bersama Badan Pusat Statistik.
Peresmian OPBM ditandai dengan pemasangan stiker resmi pada 12 gerobak motor oleh Wali Kota, dilanjutkan pengibaran bendera sebagai tanda dimulainya operasional armada pengangkut sampah berbasis masyarakat itu.
Maulana mengatakan, program OPBM menjadi bagian penting dari transformasi tata kelola persampahan di Kota Jambi. Menurutnya, perubahan sistem tidak hanya menyangkut teknis pengangkutan, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat.
“Hari ini 12 gerobak motor mulai dioperasionalkan untuk menjemput sampah ke rumah-rumah. Mudah-mudahan ini berjalan dengan baik, sehingga tidak ada lagi rumah tangga yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan,” ujarnya.
Ia menegaskan, perubahan tata kelola sampah memang tidak mudah, namun optimistis dapat berjalan melalui komitmen bersama masyarakat dan pemerintah.
Suasana launching semakin emosional ketika Maulana mengaku terharu melihat besarnya partisipasi warga dalam mendukung Program Kampung Bahagia.
“Saya sampai menitikkan air mata karena terharu. Dengan anggaran yang terbatas, ternyata swadaya masyarakat jauh lebih besar. Jalan lingkungan yang tadinya rusak dan becek kini diperbaiki bersama,” ungkapnya.
Menurut Maulana, Program Kampung Bahagia bukan hanya fokus membangun infrastruktur seperti jalan lingkungan dan drainase, tetapi juga membangun semangat sosial dan partisipasi masyarakat hingga ke tingkat RT.
“Hari ini saya menghadiri sedikitnya tiga titik kegiatan gotong royong. Banyak RT di Kota Jambi yang sedang bergerak bersama membangun wilayahnya. Inilah semangat Kota Jambi Bahagia,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa launching OPBM di Kebun Handil merupakan langkah strategis membangun budaya pengelolaan sampah dari sumbernya, dimulai dari rumah tangga.
“12 gerobak motor untuk Kelurahan Kebun Handil mulai dioperasionalkan. Tinggal bagaimana kita mengajak masyarakat bergabung, sehingga sampah dapat terkelola dengan baik. Tahap berikutnya adalah pemilahan sampah dari rumah tangga,” jelasnya.
Selain pengelolaan lingkungan, Pemkot Jambi juga meluncurkan Program Kelurahan Cantik bersama BPS guna memperkuat validitas data pembangunan di tingkat kelurahan.
“Kelurahan Cantik ini sangat penting untuk mendukung penguatan data di setiap kelurahan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” tambah Maulana.
Sementara itu, Ketua Forum Ketua RT Kota Jambi, Suparyono, menyebut OPBM sebagai gebrakan besar dalam penanganan sampah di Kota Jambi.
Ia meminta para Ketua RT aktif mengajak masyarakat bergabung dalam sistem pengangkutan sampah baru tersebut agar tidak ada lagi sampah liar di pinggir jalan.
“Ini gebrakan luar biasa dari Bapak Wali Kota. Dengan penghapusan TPS liar dan pemusatan ke depo resmi, ditambah armada OPBM, pengangkutan sampah akan lebih cepat dan teratur,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Forum RT Kelurahan Kebun Handil, Wawan. Ia mengajak seluruh masyarakat mendukung penuh operasional OPBM demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
“Kami atas nama warga Kebun Handil mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Jambi beserta seluruh jajaran yang telah menginisiasi Program Kampung Bahagia dan pelepasan 12 gerobak motor OPBM,” katanya.
Tak hanya di Kebun Handil, pada hari yang sama Maulana juga turun langsung bergotong royong bersama warga di RT 01 Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, dalam pembangunan infrastruktur lingkungan berbasis swadaya masyarakat.
Melalui launching Kampung Bahagia dan operasional OPBM ini, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya mewujudkan kota yang bersih, tertata, partisipatif, dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan RT sebagai garda terdepan pembangunan.
(*/IMG)












Discussion about this post