Oleh
Laura Aliyah Agnezi, S.Pd.
Mahasiswa Universitas Negeri Padang Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Magister Pendidikan Fisika
Pendidikan di abad ke 21 dituntut untuk berpikir dengan baik, cara untuk bekerja dan keterampilan untuk membuat karya diberbagai bidang. Permasalahan penting diabad-21 adalah memadukan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Baik guru maupun siswa harus dapat mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih.
Guru harus, kreatif, aktif dan inovatif dalam menggunakan teknologi pada proses belajar mengajar agar dapat tercipta pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan. Teknologi pada akhimya berperan pada semua proses pembelajaran, yang salah satunya adalah proses pembelajaran.
Pada saat pembelajaran berlangsung juga dibutuhkan assesment (penilaian) untuk mengetahui ketercapaikan siswa pada suatu pembelajaran. Assesment hasil belajar juga dapat menggunakan teknologi. Penggunaan teknologi dalam proses assesment pembelajaran tidak hanya dilakukan pada jenis asesmen formatif saja, namun juga diterapkan dalam asesmen sumatif.
Penggunaan teknologi sebagai platform pembelajaran sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1995 yang dikenal dengan istilah The Level Of Technologv Implementation (LoTi) Framework and Questionnaire.
Ketika melakuakan penialaian maka dibutuhkan instrumen assesment. Instrumen assesment dapat dibuat dalam bentuk cetak maupun non cetak. Instrumen assesment dalam bentuk cetak lumrah digunakan oleh guru diberbagai sekolah, sedangkan dalam bentuk non cetak jarang digunakan disekolah.
Namun pada masa pandemi seperti sekarang ini, maka sekolah dituntun untuk melakukan pembelajaran secara jarak jauh atau biasanya disebut pembelajaran daring. Pada saat pembelajaran daring maka guru diwajibkan untuk menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran tersebut.
Tidak hanya untuk mendukung pembelajaran, teknologi juga digunakan untuk mendukung assesment dengan cara membuat instrumen assesment non cetak. Instrumen assesment non cetak dapat berupa instrumen assesment online.
Sistem ujian online atau bisa disebut dengan sistem informasi ujian online merupakan sebuah aplikasi sistem ujian atau tes yang dibangun berbasis web sebagai interfacenya. Semakin majunya teknologi informasi yang berkembang saat ini, hampir semua instansi pendidikan terutama sekolah dasar dan menengah menggunakan sistem informasi sebagai media pendukung dalam mengembangkan kualitas sistem akademik atau pembelajaran, dengan tujuan efisiensi dan efektivitas dalam menerapkan metode pembelajaran yang dilakukan di instansi yang bersangkutan. Selain itu, sistem informasi ujian online diharapkan mampu memberikan metode ujian yang efektif dan efisien bagi pihak yang berkepentingan dalam hal ini guru dan siswa (Ghufron, 2012).
Ada berbagai jenis platform yang dapat digunakan saat melaksanakan penialain sesuai dengan kebutuhan guru maupun calon guru, diantaranya Google Classroom, ThatQuiz, Quizizz, Kahoot, Microsoft Teams, Moodle, Schoology, Google Form hingga Voxopop. Platform-platform tersebut masuk dalam kategori penilaian formatif yang dapat digunakan guru baik dalam assesment awal pembelajaran (pre-test) maupun assesment akhir pembelajaran (post-test).
Instrumen assesment online dapat di buat diberbagai flatform dan dapat diisi dengan soal-soal yang telah dikembangkan. Soal tersebut disubmit ke flatfrom tersebut. Soal-soal yang diberikan pada tes merupakan instrument assesment untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. Dengan demikian siswa dapat mengerjakan soal tersebut secara online, dan guru dapat mengakses jawaban siswa juga secara online.
Hasil jawaban siswa akan diperiksa oleh guru, tanpa adanya pertemuan tatap muka. Proses assesment pada pembelajaran daring juga akan lebih mudah.












Discussion about this post