• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM  Desa Penyangga Wisata 

Oleh: Wella Sandria, SE., M.Sc (Akademisi UM Jambi)

Editor Miftahurrahmah
09/05/2026
in OPINI
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID, JAMBI  – Pengembangan kawasan wisata berbasis budaya semakin dipandang sebagai salah satu strategi alternatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya yang dilakukan melalui kajian dampak ekonomi pengembangan UMKM desa pendukung wisata di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia bersama lembaga akademik menunjukkan adanya kesadaran bahwa sektor pariwisata dan UMKM memiliki hubungan yang erat dalam menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Namun demikian, dari perspektif akademik, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dikritisi agar kajian tersebut benar-benar menghasilkan rekomendasi kebijakan yang efektif dan aplikatif.

Pertama, pertumbuhan ekonomi daerah tidak serta-merta terjadi hanya dengan mengembangkan UMKM di kawasan wisata. Dalam banyak kasus pengembangan destinasi wisata budaya di Indonesia, UMKM lokal sering kali hanya menjadi pelengkap aktivitas pariwisata, bukan aktor utama dalam rantai nilai ekonomi.

Tanpa adanya integrasi yang kuat antara pelaku UMKM, pengelola destinasi wisata, serta sistem pemasaran yang modern, UMKM desa cenderung tetap berada pada skala usaha mikro dengan nilai tambah yang rendah.

Kedua, perlu dikaji lebih mendalam sejauh mana kesiapan kapasitas UMKM di desa penyangga KCBN Muarajambi. Banyak UMKM di daerah wisata menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi digital, standar produk yang belum konsisten, hingga keterbatasan dalam penetrasi pasar. Tanpa intervensi yang sistematis dalam aspek peningkatan kapasitas (capacity building), pengembangan UMKM berpotensi hanya bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Ketiga, aspek konektivitas ekonomi kawasan juga menjadi faktor krusial. Pengembangan wisata budaya tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan infrastruktur ekonomi yang memadai, seperti akses transportasi, jaringan logistik, serta integrasi dengan ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata regional. Jika konektivitas ini lemah, maka potensi ekonomi kawasan tidak akan optimal meskipun UMKM telah dikembangkan.

Baca juga

Asap dan Keadilan

Hidup di Era AI:  Menguasai atau Dikuasai?

Stabilitas Moneter: Awal Transformasi Ekonomi Daerah Jambi

Memaknai Hari Pajak: Membangun Kepatuhan, Bukan Ketakutan untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia dan Tantangan Jambi

Ketika Daya Saing Daerah Direduksi Menjadi Satu Proyek

Keempat, yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa pengembangan ekonomi di sekitar kawasan budaya tetap memperhatikan prinsip pelestarian warisan budaya. KCBN Muarajambi merupakan salah satu situs arkeologi terbesar di Asia Tenggara yang memiliki nilai sejarah tinggi. Oleh karena itu, pengembangan UMKM dan pariwisata harus dirancang dalam kerangka ekonomi berbasis konservasi (conservation-based economy), sehingga peningkatan aktivitas ekonomi tidak justru mengancam kelestarian situs budaya tersebut.

Dalam konteks ini, kajian dampak ekonomi yang dilakukan seharusnya tidak hanya mengukur kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara makro, tetapi juga melihat bagaimana distribusi manfaat ekonomi tersebut dirasakan oleh masyarakat desa secara langsung. Indikator seperti peningkatan pendapatan rumah tangga, penciptaan lapangan kerja lokal, serta penguatan ekonomi desa menjadi parameter penting yang perlu diperhatikan.

Dengan demikian, diseminasi dalam bentuk opini surat kabar ini diharapkan tidak berhenti pada pemaparan hasil penelitian semata, tetapi juga menjadi ruang dialog antara akademisi, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan pengelola kawasan budaya untuk merumuskan strategi pengembangan ekonomi kawasan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Semoga.

 

Tags: opini
Previous Post

Diskusi Publik SIEJ dan Trend Asia Soroti Urgensi PLTU dan Transisi Energi di Jambi

Next Post

Jambi Jadi Sorotan Nasional, Al Haris Dorong Pengusaha Muda Berani Tembus Panggung Nasional

Artikel terkait

OPINI

Asap dan Keadilan

17/09/2026
2k
OPINI

Hidup di Era AI:  Menguasai atau Dikuasai?

15/09/2026
2k
OPINI

Stabilitas Moneter: Awal Transformasi Ekonomi Daerah Jambi

10/08/2026
2k
OPINI

Memaknai Hari Pajak: Membangun Kepatuhan, Bukan Ketakutan untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia dan Tantangan Jambi

14/07/2026
2k
OPINI

Ketika Daya Saing Daerah Direduksi Menjadi Satu Proyek

09/06/2026
2k
Next Post

Jambi Jadi Sorotan Nasional, Al Haris Dorong Pengusaha Muda Berani Tembus Panggung Nasional

DPRD Kota Jambi Tekankan Pentingnya Regenerasi Pengusaha Muda di HIPMI

Wali Kota Maulana Lepas Satgas Bahagia, Kota Jambi Siap Tertibkan Traffic Light hingga Sampah Liar

Oplus_16908288

RSUD Mayjen H.A. Thalib Terapkan Management on Duty, Pelayanan Pasien Diawasi 24 Jam

Sambut Kajari Baru, Zilawati Harap Sinergi & Pengawalan Hukum Terus Berlanjut

Discussion about this post

Kalender

September 2026
SMTWTFS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930 
« Aug    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123