SEKATO.ID – Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengumumkan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah 1442 Hijriyah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal.
“Kalau berdasarkan perhitungan, sebenarnya ada kemungkinan besar akan bareng (awal Ramadhan tahun ini akan serentak),” kata Rahmadi Wibowo, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dikutip dari republika.co.id, pada hari Rabu, 17 Maret 2021.
Rahmadi menyampaikan, kalau dari hitung-hitungan memang prediksinya atau kemungkinannya awal Ramadhan tahun ini akan serempak. Hanya saja tetap keputusan pemerintah mengacu pada hasil sidang isbat penentuan awal Ramadhan.
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan di Muhammadiyah ketika ketinggian hilal di atas nol derajat, maka sudah masuk awal bulan. Tapi di Kementerian Agama ketinggian hilal harus di atas 2 derajat.
“Jadi yang (mungkin) nanti menyebabkan perbedaan bukan hitungannya, tetapi kriteria yang digunakannya,” ujarnya.
Rahmadi menerangkan, wujudul hilal adalah kriterianya, hisab hakiki adalah metodenya. Jadi Muhamadiyah memperhitungkan posisi bulan berdasarkan kriteria dan metode itu.
Muhammadiyah menggunakan kriteria wujudul hilal. Untuk itu ada kriteria yang harus terpenuhi. Pertama, telah terjadi ijtimak (konjungsi). Kedua, ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam. Ketiga, pada saat terbenamnya matahari piringan atas bulan berada di atas ufuk atau bulan baru telah wujud.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengumumkan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah 1442 Hijriyah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1442 Hijriyah jatuh pada Selasa Wage, 13 April 2021. Kemudian menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriyah jatuh pada Kamis Wage, 13 Mei 2021. Sementara, 1 Zulhijjah 1442 Hijriyah jatuh pada Ahad Pon, 11 Juli 2021.












Discussion about this post