BUNGO – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bungo, AKBP Guntur Saputro menegaskan akan melakukan pemeriksaan ke pihak perusahaan PT Kuansing Inti Makmur (KIM) atas kasus 4 pekerja yang tertimbun longsor di area pertambangan batu bara, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi, Rabu (9/3/2022)
“Yang diperiksa, semuanya. Perusahaan pasti diperiksa juga, karena lokasi kejadian masih area perusahaan,” kata Mantan Korspripim Era Kapolda Jambi Irjen Pol Muklis, Jumat (11/3/2022)
Gntur menyebutkan terdapat 2 korban yang tertimbun longsor dan meninggal dunia. Kedua korban ini berasal dari Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Korban berhasil dievakuasi Kamis (10/3) kemarin.
“Sudah diterima keluarga lalu dikebumikan,” ungkapnya
Sedangkan 2 korban lainnya, kata Guntur, ada yang mengalami patah tulang, dan ada yang terkena luka ringan. Korban yang mengalami patah tulang, termasuk warga Bengkulu yang tugasnya mengoperasikan ekskavator.
“Saat kejadian, dia (korban yang mengalami patah tulang) berada dekat longsor. Dia berlari, namun tidak bisa menghindar, sehingga bagian kaki terkena longsor dan patah,” ungkapnya.
Ia menyampaikan pihak kepolisian pagi ini mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), lalu melakukan penyelidikan.
“Hari ini pihak kepolisian kita mengamankan TKP, dengan memasangkan police line. Kemudian melakukan penyelidikan terkait dengan kegiatan penambangan di lokasi tersebut, dan penyebab kejadian,” katanya.
Sebelum longsor terjadi, memang beberapa kali terjadi hujan. Namun, kondisi tanah itu akan diperiksa lagi oleh ahlinya.
“Kita masih melakukan penyelidikan. Yang memeriksa kondisi tanah bukan polisi, ahlinya yang akan menjelaskan,” ujar Guntur.
Ia pun menyampaikan PT KIM sudah beroperasi di area ini sebagai pemegang IUP. Pihak kepolisian sedang berkoordinasi dengan perusahaan tersebut.
“Sudah beroperasi lama. Memang area pertambangan batu bara sesuai IUP. Hari ini berkoordinasi dengan perusahaan,” pungkasnya.












Discussion about this post