SEKATO.ID | JAMBI — Hampir tiga pekan masa libur panjang berakhir, namun harga sejumlah kebutuhan pokok belum kembali stabil. Salah satunya pada harga daging ayam yang hingga kini masih di angka 40 ribu rupiah perkilogram.
Sejumlah pedagang daging mengatakan angka tersebut sebenarnya sudah turun karena sempat tembus di angka 45 ribu rupiah. Namun, masih terbilang tinggi jika dibandingkan dengan harga normal yang hanya berkisar 28 ribu hingga 30 ribu rupiah perkilogram.
Menurut Diana, salah satu pedagang mengatakan faktor meroketnya harga ini disebabkan oleh terbatasnya stok ayam yang ada di Jambi, sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan pasar.
“Sekarang di Jambi stoknya terbatas jadi kami harus mendatangkan stok ayam dari Lampung atau Pekan baru,” ujarnya saat ditemui Sekato.id, Minggu (23/1).
Kemudian pedagang lainnya, Rahim mengatakan naiknya harga ini juga dipengaruhi oleh banyaknya permintaan di pasar. Ke Depan ia berharap stok ayam dapat terpenuhi agar harga daging ayam potong bisa kembali stabil. (hp)












Discussion about this post