• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS

Diskusi Publik SIEJ dan Trend Asia Soroti Urgensi PLTU dan Transisi Energi di Jambi

Editor Miftahurrahmah
09/05/2026
in RAGAM
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID,  JAMBI – Ketergantungan Provinsi Jambi terhadap industri batu bara dinilai telah menimbulkan kerusakan lingkungan dari hulu, tengah, hingga hilir. Hal itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk Menakar Urgensi PLTU dan Transisi Energi Jambi yang digelar Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) bersama Trend Asia pada Jumat, 8 Mei 2026.

Peneliti Trend Asia, Novita Indri, mengatakan aktivitas industri batu bara di Jambi tidak hanya merusak kawasan tambang di wilayah hulu, tetapi juga memunculkan persoalan serius pada jalur distribusi hingga kawasan hilir.

“Industri ekstraktif batu bara sudah merusak. Kita lihat Jambi sudah dirusak di hulunya, dirusak di rantai tengah distribusinya, dan dirusak juga di hilirnya,” kata Novita.

Menurut Novita, daerah tidak bisa terus bergantung pada energi fosil batu bara karena sumber daya tersebut terbatas dan akan habis. Di sisi lain, dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan manfaat ekonomi yang diterima daerah. Novita menilai besarnya pendapatan daerah dari sektor batu bara tidak sebanding dengan hilangnya hutan dan kerusakan ekologis yang terjadi di berbagai wilayah di Jambi.

Novita juga menyoroti kebijakan nasional yang masih mendorong penambahan pembangkit listrik tenaga batu bara di tengah kondisi pasokan listrik yang dinilai telah berlebih. Dalam pemaparannya, Novita menjelaskan Jambi diproyeksikan akan mendapat tambahan pembangkit listrik batu bara sekitar 1,2 gigawatt hingga 2030, termasuk dari proyek PLTU mulut tambang (MT) 1 dan 2 yang berkapasitas masing-masing 600 megawatt.

Padahal, konsumsi listrik di Jambi saat ini masih didominasi sektor rumah tangga. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa surplus listrik justru akan menjadi beban publik. “Pertanyaannya, ketika listriknya berlebih, siapa yang akan dibebankan?” ujarnya.

Baca juga

Sri Mulyani Pastikan Komitmen Indonesia Suntik Mati PLTU Batubara

Bicara Transformasi Energi, Erick Thohir Ingatkan Indonesia Harus Jadi Produsen Bukan Konsumen dari Energi Hijau

Bicara Transformasi Energi, Yusrizki: “Indonesia Harus Jadi Electro State”

Strategi Kementerian ESDM Pangkas Emisi Gas Rumah Kaca dari PLTU

Selain itu, Novita mengungkap adanya rencana masuk industri pengolahan hidrogen sebagai calon konsumen listrik tegangan tinggi di Jambi pada 2030. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada kejelasan mengenai bentuk maupun kesiapan industri tersebut.

“Artinya penambahan pembangkit listrik dari sektor batu bara diproyeksikan untuk menopang industri, walaupun industrinya sendiri belum jelas,” katanya.

Novita menjelaskan sistem kelistrikan Sumatera bersifat terintegrasi. Listrik yang diproduksi di Jambi terlebih dahulu masuk ke jaringan Sumatera sebelum didistribusikan kembali ke daerah. Karena listrik tidak dapat disimpan dalam jumlah besar, surplus produksi akan tetap mengalir dalam sistem meski tidak seluruhnya terserap.

Sementara itu, jurnalis Kompas.com, Suwandi, dalam materinya bertajuk Paradoks Energi Jambi mengatakan proyek pembangkit listrik, baik PLTU batu bara maupun PLTA, sama-sama menyisakan ancaman ekologis. Berdasarkan pengalaman liputannya di proyek PLTA Kerinci, Suwandi menemukan adanya persoalan konflik lahan dan dugaan perampasan hutan adat.

“Ada hutan adat dirampas dengan pendekatan kepada pejabat desa dan pemimpin adat. Persoalan ganti rugi lahan juga tidak clear,” katanya.

Menurut Suwandi, pembangunan PLTA juga mengancam ikan Semah, spesies endemik di Sungai Batang Merangin. Ia mempertanyakan keberadaan “jembatan ikan” yang sebelumnya dijanjikan perusahaan untuk menjaga migrasi biota air tawar.

“Sampai sekarang saya tidak menemukan jembatan ikan yang katanya akan dibangun perusahaan,” ujarnya.

Suwandi juga mengkritik pemerintah yang terus mengklaim kondisi listrik nasional surplus, tetapi tetap mempertahankan dan menambah pembangkit listrik tenaga fosil. “Dalam konteks keadilan iklim, pemerintah harus berani melakukan moratorium total dan membatalkan rencana pembangunan PLTU mulut tambang 1 dan 2,” katanya.

Staf Eksekutif Daerah WALHI Jambi, Ginda Harahap, mengatakan melimpahnya cadangan batu bara di Jambi justru memicu ekspansi industri ekstraktif yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan konflik sosial. Menurut Ginda, industri batu bara merupakan sektor padat modal yang manfaat ekonominya lebih banyak dinikmati kelompok pemodal dibanding masyarakat sekitar tambang. Dalam konteks pembangunan PLTU di Jambi, Ginda menilai proyek tersebut bukan didasarkan pada kebutuhan masyarakat, melainkan kepentingan investasi.

“Proyek PLTU itu membutuhkan investor, dan ini terus dipaksakan oleh elit-elit. Proyek ini bukan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia mencontohkan kerusakan bentang alam di Kabupaten Tebo akibat aktivitas industri batu bara. Selain itu, WALHI Jambi juga mencatat berbagai persoalan pelanggaran HAM dan konflik sosial di wilayah terdampak industri ekstraktif.

“Di Aur Kenali, misalnya, masyarakat saat ini terancam kehilangan ruang hidup akibat ekspansi stockpile batu bara PT SAS,” kata Ginda.

(*)

Tags: PLTUSIEJTransformasi Energi
Previous Post

Perkuat Eksistensi ke Kancah Global, Maulana – Diza Ikuti Rangkaian UCLG ASPAC di Kota Kendari

Next Post

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM  Desa Penyangga Wisata 

Artikel terkait

RAGAM

TNI Fun Run 2026 Menggelegar di Jambi, Ribuan Pelari Bersatu Semarakkan HUT ke-81 TNI

27/09/2026
2k
RAGAM

Milad ke-60, KAHMI Muaro Jambi Soroti Karhutla dan Masa Depan Lingkungan

26/09/2026
2k
RAGAM

Agrobiopori, Strategi Pemkot Jambi Perkuat Pangan dari Lahan Pekarangan

21/09/2026
2k
RAGAM

Sambut HUT Ke-81 TNI, Korem 042/Gapu Gelar Donor Darah, Sunatan Massal dan Pengobatan Gratis

20/09/2026
2k
RAGAM

Danrem 042/Gapu Salurkan 25 Ribu Masker Bantuan Presiden, Lindungi Warga Jambi Dari Dampak Kabut Asap Karhutla

18/09/2026
2k
Next Post

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM  Desa Penyangga Wisata 

Jambi Jadi Sorotan Nasional, Al Haris Dorong Pengusaha Muda Berani Tembus Panggung Nasional

DPRD Kota Jambi Tekankan Pentingnya Regenerasi Pengusaha Muda di HIPMI

Wali Kota Maulana Lepas Satgas Bahagia, Kota Jambi Siap Tertibkan Traffic Light hingga Sampah Liar

Oplus_16908288

RSUD Mayjen H.A. Thalib Terapkan Management on Duty, Pelayanan Pasien Diawasi 24 Jam

Discussion about this post

Kalender

September 2026
SMTWTFS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930 
« Aug    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123