SEKATO.ID – Sahur menjadi salah satu bagian penting untuk diajarkan kepada anak. Melalui sahur, si Kecil akan mendapatkan energi dari makanan yang dikonsumsinya.
Menurut dr. Hubana Yusuf, M.pd, sahur bukan cuma untuk menyiapkan energi, tapi juga mendapatkan berkah.
“Agar tubuh kita punya cukup energi selama sehari, sebaiknya memang tidak minum saja, tapi juga ada makan. Asupan itu perlu,” kata wanita yang akrab disapa Ana ini dalam Live IG Haibunda, Senin (12/4/21).
“Rasulullah mengatakan bahwa sahur itu berkah. Jadi tidak hanya sekedar yang penting makan, tapi ada nilai ibadahnya di situ,” sambungnya.
Sebagian anak yang masih belajar puasa biasanya sulit untuk bangun sahur. Namun, mereka bersikeras memaksa melanjutkan puasa karena merasa kuat menahan lapar dan haus.
Ana menjelaskan bahwa kita bisa saja memperbolehkan anak berpuasa, meski tidak sahur. Tetapi, tetap harus memberikan pengertian tentang pentingnya sahur bagi anak.
“Sahur adalah kegiatan untuk melatih agar puasa lebih nyaman dan energinya cukup, meski kita tetap beraktivitas. Tapi kalau tidak bisa sahur karena kesiangan, tetap boleh puasa yang penting niat dalam hati,” ujarnya, dikutip dari Hai Bunda.
Namun, jika anak tetap memaksa puasa tanpa sahur, sebaiknya tidak melarangnya ya. Beri pamahaman tentang kondisi tubuhnya yang bisa menurun karena tak sahur.
Jika si kecil tak kuat lagi, biarkan ia berbuka pada siang hari. Setelah makan, dia bisa kembali melanjutkan puasa hingga adzan Magrib.
“Ketika anak tidak sahur, tetap coba untuk puasa sebagai latihan sambil kita jelaskan ‘kalau adik tidak sahur dan puasa, tubuh bisa lemas’,” ujar Ana.
Selain menjelaskan pentingnya sahur, batasi kegiatan yang menguras energi anak selama puasa.
Si Kecil memaksa puasa tanpa makan sahur? Jangan dilarang, tapi juga jangan sembarangan mengizinkan ya.
Bunda boleh membiarkan mereka puasa, tapi dengan mengurangi aktivitas yang bikin lemas. Jangan lupa juga lihat kondisi tubuh mereka selama menjalani puasa.
“Kegiatan anak juga bisa lebih diminimalkan, terutama yang sifatnya menguras energi. Bisa main di rumah saja atau temannya main ke rumah,” kata Ana.
“Kalau memang di siang hari enggak kuat atau lemas dan kita khawatir dengan kesehatan, biarkan buka puasa. Kita lihat situasi, kalau kuat bisa lanjut, kalau enggak kuat bisa buka di siang terus puasa lagi,” sambungnya.
Selama mengajarkan puasa, jangan mudah menyerah untuk mengajak anak sahur. Coba kenalkan secara bertahap dan beri contoh agar mereka semangat bangun di waktu sahur.











Discussion about this post