SEKATO.ID – Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Ayu Kartika Dewi mengunggah sebuah postingan di akun Instagramnya dengan caption “Kita bisa apa?” pada 28 Maret 2021. Pesan tersebut ia tujukan kepada warganet terkait kasus ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan baru-baru ini.
Saran pertama ialah tidak menyebarkan foto atau video kejadian. Bila mendapatkannya, Ayu meminta agar foto atau video tersebut agar tidak menyebarluaskan lagi.
“Ingatkan teman atau keluarga yang menyebarkan bahwa tujuan teroris adalah menyebarkan teror (ketakutan),” katanya.
Kedua, Ayu Kartika Dewi pun meminta agar kita menghubungi para keluarga atau teman yang beragama Katolik atau Kristen melalui telepon atau Whatsapp atau melalui media sosial mereka.
“Sampaikan bahwa kita ikut sedih dan marah atas kejadian ini. Tanyakan apakah ada sesuatu yang bisa kita bantu,” kata Ayu.
Ayu pun mengingatkan bahwa hari ini adalah Minggu Palma atau awal rangkaian Paskah untuk umat Katolik. Ayu menduka teman -teman yang beragama Katolik tentunya sedang merasa sangat susah mendengar kabar bom bunuh diri di Katedral Makassar itu.
“Momen yang seharusnya mereka bisa beribadah dalam tenang, malah ada bom,” katanya.
Kemudian melakukan donasi. Ayu mengatakan donasi bisa membantu pengobatan yang terluka, atau untuk memperbaiki kerusakan di Katedral. Netizen bisa terlibat dalam menjaga perdamaian dengan bergabung kedalam organisasi-organisasi yang bergerak di bidang perdamaian dan toleransi.
“Donasilah. Bantu donasi, jadi relawan, dan sebarkan informasi baik yang mereka buat, atau apa saja,” katanya.
Salah satu pendiri SabangMerauke ini pun meminta agar masyarakat tidak tinggal diam bila menemukan ajaran kebencian di buku, sekolah atau sosial media.
“Ingatkan atau laporkan! Jangan dibiarkan,” kata Ayu yang terus mengakampanyekan toleransi dan keberagaman.
Terakhir, Ayu Kartika Dewi juga mengajak agar para orang tua bisa mengajarkan anak-anak mereka untuk mengasihi manusia lain tanpa melihat agama dan sukunya. Salah satu caranya dengan mempertemukan mereka dengan berbagai perbedaan budaya, pemikiran, dan kepercayaan.
“Mari belajar bernalar kristis dan berpikir kritis dan menggunakan logika. We do what we can do,” katanya mengajak netizen melakukan apa yang mereka bisa.










Discussion about this post