Oleh: Yulianto (P20122010)
Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan Universitas Jambi
Teknologi berkembang begitu pesat. Dalam hitungan tahun bahkan hitungan bulan selalu muncul teknologi-teknologi baru di segala bidang. Baik otomotif, alat rumah tangga maupun gadged selalu muncul inovasi-inovasi baru yang ditawarkan yang tentunya semakin canggih dan sangat memudahkan manusia.
Pandemi yang kita lewati menjadi salah satu yang berdampak kepada semakin pesatnya penggunaan teknologi di dalam dunia pendidikan. Selama lebih dari dua tahun, guru, dosen, siswa, mahasiswa dan berbagai kepentingan di dunia pendidikan dituntut untuk mampu menguasai teknologi.
Kita sebut “belajar daring”, kata-kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita dalam penyebutan belajar secara online. Guru dan siswa dituntut untuk mampu dan menguasai dalam menggunakan teknologi. Guru dengan kemampuan yang dimiliki, harus mempersiapkan pembelajaran dan media yang diajarkan selama belajar jarak jauh. Siswa dengan kemampuan teknologi yang dimiliki, dituntut harus mampu mengerjakan tugas dan istruksi yang diberikan oleh guru.
Jika kita membuka kembali lembaran perkembangan teknologi pendidikan, dapat dikatakan bahwa teknologi pendidikan sudah ada sejak awal peradaban dibidang pendidikan yang lebih kita kenal dengan revolusi pendidikan.
Miarso (2004:104) yang mengutip Sir Eric Ashby megemukakan bahwa dalam bidang pendidikan kita mengenal “Revolusi Pendidikan” yang menjelaskan ada 4 tahapan perkembangan dalam pendidikan dan teknologi pendidikan.
Revolusi pertama disebut dengan guru berkelana, dimana pada masa itu kaum sufi menjajakan pengetahuan dengan berkeliling. kemudian revolusi kedua, kegiatan pendidikan dilembagakan dengan berbagai ketentuan, dimana guru sebagai orang yang diberikan tanggung jawab sebagai orang yang diberikan tanggung jawab untuk mendidik dan melaksanakan pengajaran secaraverbal.
Revolusi ketiga, pada masa ini ditemukanya mesin cetak, sehingga pada masa ini mulai adanya buku cetak dan informasi lainya sebagai sumber belajar. Selanjutnya Revolusi keempat memasuki era perkembangan yang sangat cepat, dimana pada masa ini perkembangan media elektronik dan komunikasi mulai bermunculan dan semakin pesat hingga saat ini.
Kondisi sekarang teknologi bukan hanya sebagai alat bantu mempermudah kerja manusia, tetapi teknologi sudah menjadi bagian dalam keseharian manusia. Hampir setiap waktu, kegiatan manusia tidak lepas dari teknologi.
Kegiatan belajar di sekolah dan kampus sudah mulai kembali normal. Dimana pembelajaran tatap muka sudah bisa di lakukan. Dapat kita rasakan pesatnya penggunaan teknologi yang digunakan di dalam pendidikan. Sebagian besar guru mulai bisa menggunakan perangkat-perangkat media untuk mengajar.
Dukungan dari berbagai pihak saat ini sangat besar sekali. Dukungan dari pemerintah tentunya sudah sejak lama selalu diberikan, sekarang dukungan itu semakin bervariasi hingga pelatihan-pelatihan untuk guru dalam pembuatan media ajar yang berbasis teknologi.
Dukungan dari penyedia aplikasi dan sejenisnya juga saat ini semakin banyak untuk dunia pendidikan. Platform edit seperti canva yang membrikan canva pro untuk tenaga pendidik dan peserta didik secara gratis memudahkan guru untuk dapat berinovasi dalam merancang pembelajaran menjadi lebih menarik dan masih banyak platform lainya yang memberikan akses dan kemudahan baik bagi pendidik maupun peserta didik.
Perkembangan teknologi memiliki dampak baik di dalam pendidikan. dengan adanya teknologi akan semakin memudahkan dalam pencapaian tujuan pembelajaran. hal ini perlu diimbangi dengan pengetahuan dan kecakapan dari guru dalam menggunakan dan mengembangkan media pembelajaran yang asik dan seru.
Namun kekurangan dan dampak negatif itu pasti ada. Yang terpenting adalah bagaimana pengontrolan dan program yang dibuat baik dari pihak sekolah maupun pihak pihak lain yang terkait untuk membuat SOP sebaik mungkin sehingga dapak positif akan mendominasi dan menutupi dari arah penggunaan yang negatif.
Pendidikan karakter sesuatu yang tidak dapat lepas dari dunia pendidikan. dengan pendidikan karakter ini diharapkan peserta didik sadar akan dirinya dan pertanggungjawaban yang dilakukan dihadapan Allah.
Pada dasarnya, kemajuan teknologi tidak dapat menggantikan peranan guru sebagai pendidik. Dimana, Guru bukan hanya transfer pengetahuan tetapi lebih dari itu, guru sebagai transfer karakter, adab, dan lainya yang tidak dapat digantikan oleh robot dan sejenisnya.
Tetap bijak dalam memanfaatkan tekhnologi. Tekhnologi akan menjadikan kita sukses dan berhasil namun tekhnologi juga bisa menghancurkan masadepan kita. Hal ini tergantung dari bagaimana kita memanfaatkan tekhnologi.












Discussion about this post