• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Foto: Herma Suyanti

Foto: Herma Suyanti

Tantangan Dalam Pembelajaran PAUD Pada Masa pendemi

Editor Ara Permana Putra
03/07/2021
in OPINI
A A
0
PostTweetSendShareScan

Oleh Herma Suyanti

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan meminta selama pandemi Covid-19 ini, guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak memberikan tugas macam-macam kepada muridnya. Selama masa pandemi ini, anak-anak diberikan kemerdekaan untuk bermain sepuas-puasnya di rumah.

Menanggapi himbauan tersebut, tidak sedikit guru PAUD yang kemudian menerapkan pembelajaran dengan metode yang berbeda. Salah satunya seorang guru PAUD di Kab. Muaro Jambi menyampaikan, sejak adanya himbauan dari Dinas Pendidikan Kab Muaro Jambi untuk tidak memberikan materi pembelajaran sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran —semacam acuan untuk mengelola kegiatan bermain dalam upaya mencapai kompetensi dasar, maka dia lebih banyak memberikan tugas dengan materi pembelajaran yang sifatnya pembiasaan.

Tugas-tugas pembiasaan tersebut diberikan setiap hari melalui WA group dalam bentuk teks instruksi, audio instruksi dan juga video contoh. Selanjutnya orang tua akan mendampingi serta mendokumentasikan kegiatan tersebut dalam bentuk video atau foto dan kemudian dikirimkan ke guru sebagai bahan pemantauan dan penilaian.

Tidak Semudah yang Dibayangkan

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran di rumah dengan metode pembiasaan tidaklah semudah yang dibayangkan. Faktor kurangnya semangat anak dan kurangnya kemampuan orang tua dalam mendampingi anak menjadi tantangan dalam penerapan metode pembiasaan. Seorang kepala sekolah di Muaro Jambi menyampaikan kepada penulis, ternyata tidak semua orang tua bisa seperti guru di sekolah. Banyak orang tua tidak telaten, anak biasanya malah dibentak-bentak yang juga efeknya kurang bagus. Mungkin karena keadaan situasi dan kondisi, anak jadi kurang semangat di rumah sehingga jenuh, tidak ada teman-teman, dan tidak ada yang memotivasi. Karena biasanya di sekolah guru menyampaikan pembelajaran diselingi dengan seni, ada tepuk-tepuk, bernyanyi, dan selingan berbagai kreativitas lainnya, sedangkan di rumah cenderung monoton.

Baca juga

Ketika Daya Saing Daerah Direduksi Menjadi Satu Proyek

Pelabuhan Ujung Jabung dan Masa Depan Industri Jambi

POLEMIK LCC 4 PILAR MPR RI: Inilah Praktik Kekerasan Simbolik

Gebyar Dakwah 2026 UIN STS Jambi Gaungkan Dakwah Hijau, Libatkan PTKIN se-Indonesia

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM  Desa Penyangga Wisata 

Tidak bisa dipungkiri, salah satu sifat anak-anak adalah mereka sangat mudah untuk berubah pikiran dan berubah suasana hatinya (moody). Hal tersebut dikarenakan anak usia dini belum bisa mengontrol diri dengan baik. Kebanyakan dari mereka belum bisa berkomunikasi dengan lancar dan menyampaikan apa yang dirasakan. Hal ini masih ditambah faktor atmosfir belajar anak yang tiba tiba berubah, dari yang biasanya dilakukan bersama teman dengan penuh warna dan kreativitas, sekarang harus dilakukan sendiri dan kurang menarik.

Permasalahan lain yang dialami guru adalah terkait pengamatan dan penilaian. Selama pandemi Covid-19, pengamatan hanya bisa dilakukan dengan melihat video dan foto yang dikirimkan oleh orang tua murid. Hal ini menyebabkan aktivitas pengamatan yang dilakukan oleh guru menjadi sangat terbatas. Seorang kepala TK di Muaro Jambi kepada penulis menyampaikan, selama ini tidak bisa memantau sepenuhnya proses penerapan pembelajaran di rumah. Berbeda dengan saat di sekolah, dari pagi sampai siang bisa memantau anak-anak, terutama pembiasaannya semisal hafalan-hafalan. Sekarang dengan situasi ini guru tidak bisa mengulang-ulang lagi hafalannya, sehingga itu menyulitkan. Dari video yang dikirimkan, guru kelas juga tidak bisa melihat secara langsung anak ikut menghafalkan atau tidak.

Sementara, penilaian pada metode pembiasaan adalah dengan teknik penilaian catatan anekdot, yaitu melakukan pengamatan secara penuh kemudian mencatat seluruh fakta, menceritakan situasi yang terjadi, menuliskan apa yang dilakukan anak dan apa yang dikatakan anak. Catatan anekdot ini berfungsi sebagai jurnal kegiatan harian yang memungkinkan untuk mengetahui perkembangan anak. Alhasil dengan adanya keterbatasan pengamatan, bisa dipastikan pencatatan anekdot tidak akan berjalan maksimal. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada validitas penilaian yang dilakukan guru.

Dinas Pendidikan harus lebih berperan aktif memberikan dukungan kepada guru dan orang tua murid. Mengambil langkah-langkah inovatif, memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi serta mempertimbangkan cara-cara yang lebih baik lagi, untuk memberikan pendidikan selama masa pandemi ini belum berakhir.

Melewati masa pandemi memang bukan hal yang mudah bagi guru, orang tua dan anak. Akan tetapi semua bergantung pada kemauan. Manakala segala sesuatunya sudah siap, bukan tidak mungkin terwujud PAUD From Home sepenuhnya. ***

*Mahasiswi UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi

Tags: opiniPendidikanUIN STS Jambi
Previous Post

Mensos Dorong Percepatan Pemberian Vaksin Pada Penyandang Disabilitas

Next Post

TikTok Hapus Jutaan Akun Pengguna Dibawah Usia 13 Tahun

Artikel terkait

OPINI

Ketika Daya Saing Daerah Direduksi Menjadi Satu Proyek

09/06/2026
2k
OPINI

Pelabuhan Ujung Jabung dan Masa Depan Industri Jambi

01/06/2026
2k
OPINI

POLEMIK LCC 4 PILAR MPR RI: Inilah Praktik Kekerasan Simbolik

15/05/2026
2k
OPINI

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM  Desa Penyangga Wisata 

09/05/2026
2k
OPINI

IPM Jambi: Antara Persepsi dan Fakta Statistik

16/03/2026
2k
Next Post

TikTok Hapus Jutaan Akun Pengguna Dibawah Usia 13 Tahun

Pendapat Ahli Epidemiologi UI Terhadap Pemerintah dan Ivermectin

Foto: ilustrasi

Mesin ATM BCA di Indomaret Simpang Rimbo Dibobol

Harga Obat Ivermectin Telah Ditetapkan

Foto: ilustrasi/SEKATO.ID

Anak-anak Petugas di Rumah Sakit Paling Rentan Tertular Covid-19

Discussion about this post

Kalender

July 2026
SMTWTFS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Jun    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123