SEKATO.ID, JAMBI — Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi 2026 yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) resmi ditunda. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Provinsi Jambi bersama Ketua KONI Kabupaten/Kota serta pengurus cabang olahraga (cabor).
Rakerprov tersebut digelar di Rumah Kito Resort Hotel, Kota Jambi, pada 15–16 Desember 2025. Dalam forum itu, berbagai pertimbangan dibahas secara mendalam sebelum akhirnya disepakati penundaan pelaksanaan Porprov.
Ketua Umum KONI Kabupaten Tanjabbar, Jamal Darmawan Sie, mengungkapkan bahwa pembahasan terkait Porprov berlangsung cukup alot dan sempat memanas. Namun, keputusan akhirnya diambil secara mufakat.
“Keputusan ini sempat mengalami tarik-ulur, tetapi pada akhirnya seluruh peserta Rakerprov sepakat Porprov tetap dilaksanakan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai tuan rumah,” ujar Jamal.
Ia menjelaskan, hasil Rakerprov KONI Provinsi Jambi Tahun 2025 memutuskan untuk menunda pelaksanaan Porprov yang semula dijadwalkan pada tahun 2026 menjadi tahun 2027. Penundaan tersebut disebabkan keterbatasan anggaran di sebagian besar KONI Kabupaten/Kota yang belum mengalokasikan dana Porprov dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
“Rakerprov juga memberikan mandat kepada KONI Provinsi Jambi untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah terkait kesiapan dan pelaksanaan Porprov,” lanjutnya.
Jamal menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum KONI Provinsi Jambi dan seluruh KONI Kabupaten/Kota atas dukungan yang tetap diberikan, sehingga Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih dipercaya sebagai tuan rumah Porprov.
“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak agar Porprov tetap dapat dilaksanakan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” katanya.
Lebih lanjut, Jamal mengungkapkan bahwa keputusan penundaan ini juga sejalan dengan arahan Bupati Tanjung Jabung Barat sebelum pelaksanaan Rakerprov. Menurutnya, meskipun Tanjabbar siap jika Porprov dipaksakan pada 2026, kondisi keuangan daerah dinilai belum memungkinkan.
“Bupati berpesan, jika Porprov dipaksakan tahun 2026 kami siap, namun akan lebih baik ditunda ke 2027 karena stabilitas keuangan daerah belum memungkinkan pada 2026,” ungkap Jamal.
Di akhir pernyataannya, Jamal menyampaikan permohonan maaf kepada para pengurus cabang olahraga dan atlet yang mungkin merasa kecewa dengan hasil keputusan tersebut.
“Kami mohon maaf kepada pengurus cabor dan para atlet. Namun para atlet tetap dapat mengikuti berbagai event, baik di dalam maupun di luar Provinsi Jambi,” pungkasnya.(*)












Discussion about this post