SEKATO.ID – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan sering mengkritik kepada pemerintah seputar impor beras.
Tiga tahun lalu tepatnya Januari 2018, kritikan yang sama pernah Zulhas lontarkan.
“Sepertinya, Zulhas sangat peduli dengan persoalan ini dan secara konsisten melakukan kritik mengenai hal ini,” ujar analis politik Iwel Sastra dikutip dari RMOL, Sabtu (17/4/2021).
Kebetulan bertepatan dengan isu reshuffle kabinet sehingga kritikannya dianggap berhubungan. Sehingga muncul dugaan PAN mengincar kursi menteri.
Jelas Iwel Sastra, posisi PAN saat ini memang agak sulit untuk melihat garisnya. Apakah bagian partai pendukung pemerintah atau oposisi.
“Di suatu sisi PAN melalui ketua umumnya bisa dengan lugas melakukan kritikan terhadap pemerintah, di sisi lain PAN melalui fraksinya di DPR seringkali sepemahaman dengan fraksi-fraksi partai pendukung pemerintah,” terang Direktur Mahara Leadership itu.
Menurut Iwel Sastra, PAN sepertinya dalam posisi membaca waktu dengam selalu mempertimbangkan apakah terlihat sebagai partai pendukung pemerintah, partai di luar pemerintah atau abu-abu.
“Pertimbangan ini tentu saja ada hubungannya dengan Pemilu serentak 2024. Sebagai partai menengah PAN harus mampu mengukur langkah karena Pemilu 2024 bukanlah hal yang mudah. Salah langkah, bisa-bisa hilang dari Parlemen,” tukasnya.












Discussion about this post