• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Foto: Jeihan Zhahira

Foto: Jeihan Zhahira

Pembelajaran Online dan PTM Pada Masa Pendemi COVID-19

Editor Ara Permana Putra
02/07/2021
in OPINI
A A
0
PostTweetSendShareScan

Oleh Jeihan Zhahira

PADA 2 Maret 2020, pemerintah pertama kalinya mengumumkan kasus covid-19 di Indonesia, akan tetapi Pakar Epidemilogi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebutkan bahwa virus corona jenis SARS- Cov 2 sebagai penyebab Covid-19 itu mulai masuk ke Indonesia Ketika awal Januari 2020. Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan yang bertujuan untuk memutus rantai penularan Pandemi Covid-19. Salah satunya dengan penerapan kebijakan social distancing, dimana warga harus menjalankan seluruh aktivitas dirumah, seperti belajar, bekerja, dan juga melaksanakan ibadah.

Selain berdampak pada sektor perekonomian, sector Pendidikan juga terkena Dampak dari pandemi Covid- 19 yang cukup fatal. Kegiatan belajar mengajar terpaksa harus dilakukan dalam jarak jauh. Hal ini sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid- 19).

Dari kebijakan ini timbul masalah lain seperti belum adanya kesiapan dari banyak pihak serta banyak diantaranya tidak memiliki perangkat yang menunjang pembelajaran jarak jauh. Bagi Sebagian orang tua juga mengeluhkan harus mendampingi anak belajar padahal mereka juga harus bekerja dari rumah (Work From Home). Kemudian jaringan internet yang tidak stabil, juga merupakan kendala bagi siswa yang tinggal dipedalaman. Permasalahan ini berdampak menjadi kurangnya efektivitas pembelajaran dengan jarak jauh atau daring.

Transisi Menuju Tatap Muka

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR RI menegaskan diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) pada bulan juli ini. Tentunya halnya ini ada pro dan kontra, Mengingat lonjakan kasus covid sangat tinggi hingga mencapai 20.574 kasus, ini jadi yang tertinggi sejak pandemi pertama kali diumumkan pada awal maret 2020 lalu.

Baca juga

Ketika Daya Saing Daerah Direduksi Menjadi Satu Proyek

Pelabuhan Ujung Jabung dan Masa Depan Industri Jambi

POLEMIK LCC 4 PILAR MPR RI: Inilah Praktik Kekerasan Simbolik

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM  Desa Penyangga Wisata 

IPM Jambi: Antara Persepsi dan Fakta Statistik

Dibukanya kembali sekolah ini diperlukan sebab tempat umum lain sudah dibuka terlebih dahulu, seperti mal, bioskop dan kantor. Sedangkan sekolah menjadi pilihan terakhir yang dibuka. Indonesia adalah salah satu dari empat negara di Kawasan Asia Pasifik yang belum melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh. Sementara 23 persen lainnya atau hamper 85 persen sudah menggunakan pembelajaran tatap muka. Orang tua dapat memilih bagi anaknya untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran tatap muka.

Mungkin bagi Sebagian orang tua, sekolah tatap muka adalah pilihan yang terbaik daripada anaknya tetap bermain dengan teman-teman di lingkungan, orang tua juga mulai jenuh dan capek karena harus fokus bekerja juga, dan beranggapan anak akan kurang bersosialisasi.

Untuk daerah kabupaten bungo sendiri pembelajaran tatap muka terbatas sudah dilakukan sejak januari 2021 dengan pelaksaan protocol kesehatan yang ketat disekolah. Siswi-siswi memakai masker selama kegiatan belajar berlangsung, dan jarak bangku siswa berkisar hampir 2 meter.

Menurut dr. RA Adaninggar (Edukator dan Praktisi kesehatan) adalah perhatian bagaimana pelaksanaan protocol Kesehatan nanti di sekolah, sementara kita tahu disiplin masyarakat Indonesia rendah, sense of crisis tumpul, dan kasus Covid di sekitar masih banyak. Oleh karena itu, saya masih membatasi interaksi keluarga saya dengan orang lain, saya dan suami bekerja ditempat yang berisiko tinggi, ini saja sudah berisiko pada anak-anak saya, ditambah lagi bila harus memaparkan anak-anak ke dunia luar yang tidak “aman”. “Untuk sekarang masih tim sekolah online karena SOP protokol kesehatan sekolah sepertinya masih belum jelas”, tambahnya.

Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri juga meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim untuk menunda rencana pembelajaran tatap muka terbatas yang rencananya akan dilakukan di bulan Juli 2021. hal ini dikarenakan adanya lonjakan kasus covid-19.

Saran untuk Pemerintah : testing dan tracing agresif, batasi mobilitas masyarakat secara tegas, percepat dan perluas cakupan vaksinasi, berantas hoax sampai ke akarnya.

Masyarakat : patuh protokol kesehatan, dukung vaksinasi, lawan hoax dan tingkatkan literasi.

Jadi Kamu tim mana guys? Pembelajaran online apa tatap muka?

*Mahasiswa UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

Tags: opiniPembelajaran daringPembelajaran Onlineptm
Previous Post

Ombudsman Dukung Usut Tuntas Pemalsuan E-KTP di Disdukcapil Kota Jambi

Next Post

Kebijakan PPKM Darurat, PKS Sebut Pemerintah Terlambat Sadar

Artikel terkait

OPINI

Ketika Daya Saing Daerah Direduksi Menjadi Satu Proyek

09/06/2026
2k
OPINI

Pelabuhan Ujung Jabung dan Masa Depan Industri Jambi

01/06/2026
2k
OPINI

POLEMIK LCC 4 PILAR MPR RI: Inilah Praktik Kekerasan Simbolik

15/05/2026
2k
OPINI

Dampak Ekonomi Pengembangan UMKM  Desa Penyangga Wisata 

09/05/2026
2k
OPINI

IPM Jambi: Antara Persepsi dan Fakta Statistik

16/03/2026
2k
Next Post
 Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani

Kebijakan PPKM Darurat, PKS Sebut Pemerintah Terlambat Sadar

Pembayaran Insentif Nakes Akan Dipercepat

Tunggakan Klaim Pasien COVID-19 Sebanyak Rp2,69 Triliun

Ingin Daftar CPNS 2021, Lengkapi Akreditasi Kampus dengan Cara Ini

Foto: Herlina

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Discussion about this post

Kalender

July 2026
SMTWTFS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Jun    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123