JAKARTA — Konflik di Partai Demokrat yang kini dihadapkan dengan klaim kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang dengan menunjuk Moeldoko sebagai ketua umum disinyalir sebagai akumulasi persoalan sejak lama.
“Ada persoalan kombinasi masa lalu, kini, dan masa depan,” kata pengamat politik Burhanuddin Muhtadi, berita ini sudah di muat di Rmol.id dengan judul “Burhanuddin Muhtadi: Konflik Demokrat Kombinasi Masalah Masa Lalu, Kini, Dan Masa Depan”
Ia memaparkan, persoalan masa lalu Demokrat berkaitan dengan adanya faksionalisasi kader pasca KLB Surabaya tahun 2015 silam yang menetapkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta belum selesainya persoalan kongres Bandung antara kubu Marzuki Alie dan Anas Urbaningrum.
Gaduh Demokrat juga terjadi imbas persoalan yang terjadi saat ini. Menurut Burhanuddin, saat ini ada kekecewaan kader terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyon (AHY). Namun kekecewaan tersebut tidak diakomodasi.
“Kalau proses ini berlangsung secara baik (kekecewaan kader difasilitasi), tentu Mahkamah Partai akan bekerja, tapi kan ini tidak bekerja sama sekali,” tegasnya.
Yang tak kalah penting adalah persoalan Demokrat di masa mendatang. Burhanuddin mengatakan, hal tersebut terkait prospek kekuatan Demokrat di 2024 apakah akan kompetitif atau tidak.
“Tetapi ketika persoalan ini dibawa ke KLB Deli Serdang dan dijadikan dasar penunjukan Moeldoko sebagai ketum, itu tidak nyambung. Harusnya kalau demikian kenapa bukan Pak Marzuki Alie (ditunjuk sebagai Ketum Demokrat)? Bukan Moeldoko (pihak eksternal partai),” tandasnya (WN)












Discussion about this post