SEKATO.ID, JAMBI – Kepala Madrasah MTs Labor, Amirul Mukminin, angkat bicara terkait polemik dugaan siswa tidak diperbolehkan mengikuti ujian akibat tunggakan SPP. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan dipicu oleh miskomunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Dalam wawancara, Amirul Mukminin menegaskan bahwa tidak ada satu pun siswa yang dilarang mengikuti ujian di madrasah yang dipimpinnya.
“Tidak ada satu anak pun yang kami hambat untuk mengikuti ujian. Semua siswa tetap kami berikan kesempatan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pihak sekolah hanya berupaya melakukan klarifikasi kepada orang tua terkait administrasi, termasuk tunggakan pembayaran. Namun, hal tersebut tidak pernah menjadi alasan untuk melarang siswa mengikuti ujian.
Menurutnya, seluruh siswa kelas IX telah mengikuti ujian dengan baik tanpa terkecuali. Ujian tersebut mencakup 15 mata pelajaran yang telah diselesaikan seluruh peserta didik.
“Semua siswa kelas sembilan sudah mengikuti ujian, ada 15 mata pelajaran dan semuanya sudah terlaksana,” jelasnya.
Amirul juga mengakui bahwa polemik yang sempat mencuat di tengah masyarakat terjadi akibat kesalahpahaman dalam komunikasi. Ia menyebut pertemuan antara pihak sekolah dan orang tua berlangsung dalam situasi yang kurang kondusif sehingga memicu emosi.
“Memang terjadi miskomunikasi antara pihak madrasah dengan orang tua, mungkin karena suasana pertemuan yang kurang pas sehingga muncul emosi dan kesalahpahaman,” ungkapnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar ke depan komunikasi dapat terjalin lebih baik, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
(IMG)












Discussion about this post