SEKATO.ID, KERINCI – Aroma kejayaan masa lalu kembali terasa. IPPKM menunjukkan tajinya dalam Turnamen Bupati Cup II yang berlangsung di Lapangan IPP Penawar, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Rabu (4/11/2026).
Dari 41 klub yang berlaga memperebutkan prestasi, IPPKM berhasil mencatatkan langkah gemilang dengan memastikan satu tempat di partai final. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus membangkitkan kembali semangat kejayaan IPPKM di kancah sepak bola daerah.
Ada pemandangan luar biasa yang mewarnai perjuangan IPPKM. Dukungan masyarakat dari empat desa Koto Majidin, yakni Koto Majidin Mudik, Koto Majidin Hilir, Koto Majidin Di Air, Sawahan Koto Majidin dan di bawah pengasuh bertangan dingin bersatu dan begitu terasa sepanjang pertandingan.
Antusiasme warga benar-benar luar biasa. Masyarakat berbondong-bondong meninggalkan aktivitas sejenak untuk menyaksikan langsung perjuangan tim kebanggaan mereka. Bahkan, suasana di empat desa Koto Majidin tampak lebih lengang karena sebagian besar warga tumpah ruah memadati Lapangan IPP Penawar.
Sorak-sorai, tepuk tangan, dan dukungan terus menggema. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi membawa kebanggaan, harapan, dan semangat persatuan untuk IPPKM.
Lebih dari sekadar klub sepak bola, IPPKM memiliki simbol kebanggaan yang melekat kuat dalam ingatan masyarakat, yakni “Dalam Buritil Birayam Pulo.” Simbol ini menjadi pengingat akan identitas, kebersamaan, dan ikatan emosional masyarakat Koto Majidin. Di mana pun IPPKM berlaga, semangat kebersamaan empat desa tetap menjadi kekuatan yang menyatukan.
Pemandangan ini menjadi gambaran bahwa IPPKM bukan hanya sebuah klub sepak bola, melainkan simbol identitas, persaudaraan, dan kebanggaan masyarakat empat desa Koto Majidin.
Keberhasilan menembus final dari 41 klub peserta menjadi momentum penting bagi IPPKM untuk kembali mengukir sejarah. Dukungan masyarakat yang begitu besar menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk berjuang memberikan hasil terbaik.
Kini, harapan empat desa Koto Majidin tertuju pada partai puncak. Satu langkah lagi menuju gelar juara. Masyarakat berharap kejayaan IPPKM bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi kembali menjadi kebanggaan yang terukir dalam sejarah sepak bola Kerinci.
IPPKM bukan sekadar nama sebuah klub. Ia adalah kebanggaan empat desa, tempat persaudaraan bertemu, dan semangat “Dalam Buritil Birayam Pulo” terus hidup dari generasi ke generasi.
(Rgk)







Discussion about this post