SEKATO.ID, BATANG HARI – Kinerja Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif mulai membuahkan hasil. Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi investasi yang masuk ke daerah tersebut telah mencapai Rp594 miliar atau sekitar 99 persen dari target tahunan sebesar Rp600 miliar.
Capaian itu menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Kabupaten Batang Hari sekaligus menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Pejabat Fungsional Penata Kelola Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang Hari, Herison, mengatakan realisasi investasi saat ini hanya terpaut sekitar Rp6 miliar dari target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, sudah tercapai sekitar 99 persen dari total target investasi tahun ini yang ditetapkan senilai Rp600 miliar,” ujarnya.
Menurut Herison, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam memperbaiki pelayanan publik, khususnya di sektor perizinan investasi.
Pemkab terus mendorong kemudahan layanan perizinan, mempercepat proses administrasi, serta menghadirkan pelayanan yang ramah bagi pelaku usaha. Langkah tersebut dinilai berhasil meningkatkan daya tarik Batang Hari sebagai salah satu tujuan investasi di Provinsi Jambi.
“Kita terus berupaya memberikan kemudahan pelayanan perizinan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif,” katanya.
Melihat tren yang terus meningkat, DPMPTSP optimistis target investasi tahun 2026 tidak hanya akan tercapai, tetapi juga berpotensi terlampaui apabila arus investasi tetap terjaga hingga akhir tahun.
“Kami optimistis target tersebut bisa tercapai. Dengan kondisi saat ini, peluang untuk melampaui target juga terbuka apabila realisasi investasi terus bertambah pada sisa tahun berjalan,” tambahnya.
Herison menjelaskan, investasi yang masuk ke Kabupaten Batang Hari saat ini masih didominasi sektor pertanian, perkebunan, serta industri pengolahan kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
Menurutnya, peningkatan investasi tidak hanya berdampak pada bertambahnya nilai modal yang masuk, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan capaian yang hampir menyentuh target tahunan, Pemerintah Kabupaten Batang Hari optimistis iklim investasi yang semakin sehat akan menjadi modal penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
(RBI)












Discussion about this post