JAMBI — Aliansi perempuan Jambi yang terdiri dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonssia (KAMMI) Jambi dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jambi, Senin (5/9/2022) akan melakukan audiensi dengan Markas Polisi Daerah (Mapolda) Jambi mendesak segera mengungkap kasus pembunuhan KY (4).
Koordinator Bidang Perempuan KAMMI Wilayah Jambi, Novita Sari mengatakan pihaknya akan menggelar audiensi dengan Polda Jambi. Hal itu mendesak untuk segera mengusut tuntas kasus kematian KY agar kasus serupa tidak terulang kembali.
“Kasus KY ini sudah darurat untuk diusut, para penegak hukum harus memastikan perlindungan dan pendampingan untuk keluarga korban, kolaborasi kerja PPA, LPSK, KPAI, dan kepolisian seharusnya dapat menjamin hak keluarga korban dan penetapan tersangka tidak sampai selarut ini,” katanya.
“Kita melihat upaya yang dilakukan belum juga ada hasilnya padahal kejadian ini bisa saja berulang,” sambungnya.
Sementara itu, Sekretaris Fungsi Pemberdayaan Perempuan GMKI, Dian Manurung mengatakan kejadian tersebut merupakan peristiwa yang mengenaskan apalagi bagi kaum perempuan.
“Tragedi keji yang menimpa KY merupakan preseden buruk bagi masyarakat Jambi khususnya kaum perempuan,” katanya.
Menurutnya pengungkapan kasusnya tersebut terkesan lamban hampir dua bulan kasusnya terkesan berjalan ditempat.
“Saya melihat bahwa seharusnya aparat kepolisian harus bergerak cepat dalam mengusut tuntas kasus KY ini. Jangan sampai tragedi yang menimpa KY di anggap bukan hal yang serius,” katanya.
“Kami mendesak aparat penegak hukum agar secepatnya mengusut tuntas kasus kematian adik kami KY, jangan sampai kerja lamban aparat membuat persepsi masyarakat bahwa aparat sendiri tidak peduli dengan kasus ini.” Sambungnya.
Untuk diletahui terdapat kejanggalan dalam hilangnya KY pada (23/7/2022) lalu yang ditemukan di septik komunal 3 hari setelahnya. KY pergi bermain diajak anak kecil yang baru pindah di lingkungan setempat pukul 09.10 Wib lalu pada pukul 10.00 wib ibunya dibantu beberapa warga mencari keberadaan KY yang sudah tidak ada disana.
Setelah tiga hari berselang, KY ditemukan tewas dalam septik komunal yang tampak terbuka tidak jauh dari rumahnya, padahal warga sebelumnya sudah mencari disekitar tempat tersebut. Dari hasil otopsi ditemukan tanda-tanda luka yang mengindikasikan pada kasus kekerasan seksual dan kekerasan fisik. Melihat dugaan praktik perdagangan anak dan kekerasan seksual tersebut, menuai simpati masyarakat luas termasuk bidang perempuan organisasi kepemudaan di Jambi.
Data kasus kekerasan di Jambi sejak Januari 2022 hingga awal September menyebutkan terdapat 230 kasus yang terjadi, sedangkan jumlah anak korban kekerasan mencapai 154 orang (simfoni PPPA). Jumlah tersebut belum termasuk kasus yang tidak tercatat karena tidak terjangkau pada pihak pengada layanan, ketidaktahuan masyarakat hingga faktor lain sehingga kondisi ini sangat memprihatinkan.
Berdasarkan kajian internal organisasi dan keprihatinan terhadap situasi kasus yang terjadi tersebut, beberapa poin tuntutan aksi sebagai berikut:
Mendesak Polda Jambi bekerja cepat menetapkan tersangka kasus kematian KY dan membongkar praktik dugaan perdagangan anak dan kekerasan seksual terhadap KY Menuntut dinas PPPA, LPSK, dan KPAI menjalankan tugas dan fungsinya dalam proses pendampingan dan penanganan keluarga korban Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengawal kasus KY hingga tuntas
Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga dan waspada terkait tindakan kekerasan seksual di lingkungan masing-masing.












Discussion about this post