MERANGIN — Dusun Sungai Tebal, Desa Dusun Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin selama Desember 2022 – Januari 2023 mengalami kejadian luar biasa (KLB) malaria yang mencapai 52 kasus.
Wakil Bupati Merangin Nilwan Yahya mengatakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melayangkan surat ke Dinas Kesehatan Merangin yang menyatakan Dusun Sungai Tebal Desa Dusun Tuo bertatus KLB penyakit malaria.
“Alhamdulillah tim medis kita yang bertugas di wilayah kerja Puskesmas Pasar Masurai cepat tanggap mengatasinya. Peristiwa itu terjadi pada Desember 2022 sampai Januari 2023,’’ katanya seperti dikutip dari Meranginkab.go.id, Kamis (16/2/2023).
Wabup menjelaskan dalam KLB malaria terdapat 52 kasus di Dusun Sungai Tebal, Desa Dusun Tuo Kecamatan Lembah Masurai. Namun kasus tersebut saat ini sudah berhasil ditangani oleh puseksmas setempat.
“Artinya tidak ada lagi malaria yang terjadi di Dusun Sungai Tebal ini. Kami minta kepada para bidan di dusun tersebut, agar terus menyisir daerah pedalaman perkebunan Sungai Tebal, berkemungkinan masih ada warga yang sakit malaria,’’ jelasnya.
Wabup meminta kepada semua pihak untuk menjaga kebersihan. Selain itu pencegahan harus terus dilakukan dengan penyemprotan. Hal itu dilakukan guna membunuh nyamuk Malaria sampai ke jentik-jentiknya.
‘’Kami sangat berterimakasih sekali kepada para medis kita yang cepat tanggap mengatasi KLB Malaria ini, sehingga tidak melebar ke dusun-dusun lainnya di kawasan Kecamatan Lembah Masurai dan sekitarnya,’’ pintanya.
Wabup memaparkan jika saat ini keberadaan obat malaria sudah terpenuhi. Meski obat malaria tidak dijual bebas dipasaran. Akan tetapi berkat koordinasi yang baik saat ini sudah terpenuhi.
‘’Alhamdulillah berkat koordinasi yang baik para bidan kita ini dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, kita sudah mendapatkan pasokan obat itu dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi,’’ paparnya.
Terpisah Bidan Puskesmas Pasar Neti Puspitasari mengatakan, puluhan warga yang ‘terserang’ Malaria itu tinggalnya jauh di perkebunan yang jarak tempuhnya sekitar tiga sampai empat jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari Pasar Sungai Tebal.
‘’Kami telah menyalurkan kelambu dan obat-obatan secara gratis dari Dinas Kesehatan. Gejala yang dialam warga mual, pusing sampai ada yang muntah-muntah. Setelah dilakukan pemeriksaan baik di bidan maupun di Puskesmas, ternyata positif Malaria,’’ katanya.
Hal senada juga disampaikan Bidan Maryati yang mengaku sudah bertugas di Masurai selama 28 tahun sejak 1995. ‘’Kalau di Pasar Masurai hanya segelintir warga yang terjangkit Malaria, kebanyakan warga yang berdomisili di perkebunan.” Tandasnya










Discussion about this post