SEKATO.ID,BATANG HARI— Lapangan hijau akan menjadi titik temu insan pers dari berbagai penjuru Provinsi Jambi. Namun, agenda Fun Football Pers Se-Provinsi Jambi yang dijadwalkan 23–25 Oktober 2026 di Batang Hari bukan sekadar pertandingan sepak bola.
Di balik jersey dan persaingan di lapangan, terselip misi yang lebih besar: mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, sekaligus memperkuat hubungan antarinsan pers di tengah tuntutan profesi jurnalistik yang semakin dinamis.
Dalam poster kegiatan, Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief bersama Wakil Bupati H. Bakhtiar tampil sebagai bagian dari semangat penyelenggaraan agenda tersebut. Nama Batang Hari pun kembali diposisikan sebagai tuan rumah pertemuan insan pers se-Provinsi Jambi.
Dua Pekan Mundur, Bukan Mundur dari Semangat
Agenda ini sebelumnya direncanakan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Namun, kondisi kabut asap dan kualitas udara yang tidak bersahabat membuat panitia mengambil keputusan untuk menundanya hingga 23–25 Oktober 2026. Keputusan tersebut juga disebut dilakukan atas pertimbangan keselamatan peserta dan instruksi Bupati Batang Hari.
Artinya, penundaan bukan berarti semangatnya ikut padam.
Justru, waktu tambahan menjadi ruang bagi panitia dan seluruh kontingen untuk mematangkan persiapan. Sebelumnya, panitia juga telah menggelar rapat pemantapan yang membahas venue, keamanan, akomodasi, konsumsi hingga technical meeting dan regulasi pertandingan.
Pers Bertanding, Silaturahmi yang Menang
Fun football ini memiliki pesan yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar trofi.
Sebab, di lapangan, profesi dan asal daerah boleh berbeda. Ada wartawan cetak, televisi, online maupun berbagai platform media. Tetapi ketika peluit pertandingan berbunyi, semuanya berada dalam satu semangat: persaudaraan insan pers Jambi.
Sebelumnya, penyelenggara memang menegaskan bahwa kompetisi ini tidak semata-mata untuk mencari juara, melainkan menjadi wadah memperkuat solidaritas dan silaturahmi antarjurnalis.
Dari lapangan hijau Batang Hari, pesan itu kini kembali ditegaskan: pers boleh berbeda sudut pandang, tetapi persaudaraan jangan sampai kehilangan ruang.
Dan 23–25 Oktober nanti, bukan hanya bola yang akan bergulir.
Silaturahmi juga harus terus mengalir.(TN)












Discussion about this post