SEKATO.ID, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi mulai mempersiapkan langkah transformasi digital dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Pemkot Jambi mengikuti rapat koordinasi pelaksanaan piloting digitalisasi bansos secara virtual di Kantor Wali Kota Jambi, Selasa (30/6/2026).
Program percontohan ini menjadi upaya pemerintah dalam menghadirkan penyaluran bantuan sosial yang lebih sederhana, cepat, dan tepat sasaran. Melalui sistem digitalisasi, proses yang sebelumnya berjalan melalui tujuh tahapan akan dipangkas menjadi tiga tahapan utama, yakni pendaftaran, verifikasi dan validasi data, serta penyaluran bantuan.
Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati mengatakan, program piloting digitalisasi bansos tersebut menyasar sekitar 203 ribu jiwa yang tercatat sebagai masyarakat penerima bantuan sosial di Kota Jambi.
“Target data masyarakat penerima bantuan sosial di Kota Jambi sekitar 203 ribu jiwa. Saat ini kami masih dalam tahapan sosialisasi sebelum program ini dilaksanakan secara penuh,” kata Yunita.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam proses pendataan dan pendampingan masyarakat. Untuk itu, Dinas Sosial Kota Jambi telah menyiapkan sebanyak 2.863 petugas yang akan terlibat dalam pelaksanaan program.
Petugas tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari ketua RT, Tim Pendamping Keluarga (TPK), fasilitator kelurahan, aparatur sipil negara (ASN) Dinas Sosial, hingga ASN di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Tim yang sudah kami siapkan berasal dari ketua RT, Tim Pendamping Keluarga, fasilitator kelurahan, ASN Dinas Sosial, termasuk ASN di kecamatan dan kelurahan,” ujar Yunita.
Ia menjelaskan, dalam penerapan sistem digitalisasi bansos, petugas maupun masyarakat nantinya akan diarahkan menggunakan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Data tersebut akan disinkronkan dengan data kependudukan milik Disdukcapil untuk memastikan validitas penerima bantuan.
Selain itu, Dinas Sosial Kota Jambi juga tengah menyiapkan aplikasi pendukung yang dapat membantu petugas melakukan pendataan secara lebih mudah, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan masyarakat yang membutuhkan layanan khusus.
“Kami juga menyiapkan aplikasi yang akan membantu tim dalam melakukan pendataan, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya,” jelasnya.
Meski masih dalam tahap persiapan, peluncuran resmi program piloting digitalisasi bansos Kota Jambi dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026 mendatang. Hingga waktu tersebut, Dinas Sosial terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar siap mengikuti perubahan sistem pelayanan bantuan sosial berbasis digital.
“Kami mengacu pada arahan Menteri Dalam Negeri. Saat ini fokus kami adalah terus melakukan sosialisasi terkait penggunaan aplikasi tersebut sebelum peluncuran pada 8 Juli nanti,” pungkas Yunita.
(IMG)








Discussion about this post