SEKATO.ID, JAMBI – Langkah Pemerintah Kota Jambi menutup Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di depan Pasar Talang Banjar mulai mendapat dukungan dari DPRD Kota Jambi. Sistem baru pengelolaan sampah yang disiapkan di Kecamatan Jambi Timur dinilai menjadi upaya serius untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini terus dikeluhkan masyarakat.
Penutupan TPS tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Kamis (21/5). Kawasan itu nantinya akan diubah menjadi transfer depo percontohan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata.
Anggota Komisi I DPRD Kota Jambi, Efendi atau yang akrab disapa Alung, mengatakan pihaknya mendukung penuh program tersebut. Menurutnya, persoalan sampah khususnya di wilayah Jambi Timur memang sudah lama menjadi perhatian masyarakat.
“Program dari Pak Wali ini baik. Kami berharap masyarakat, khususnya di wilayah Jambi Timur, bisa menaati semua aturan yang sudah ditetapkan,” ujar Efendi.
Ia mengaku banyak menerima laporan dari warga terkait kondisi sampah yang berserakan di sejumlah titik di Kota Jambi, terutama di daerah pemilihannya di Kecamatan Jambi Timur.
“Laporan ke kami memang banyak sekali terkait sampah yang berserakan. Ini menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani,” katanya.
Menurut Efendi, keberadaan depo-depo sampah seperti yang kini disiapkan Pemkot Jambi di Talang Banjar diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mengurangi penumpukan sampah liar di kawasan padat penduduk.
“Dengan adanya depo sampah ini, kami di dewan berharap persoalan sampah bisa lebih teratasi dan pengelolaannya menjadi lebih baik,” tambahnya.
Tak hanya soal sampah, Efendi juga menyoroti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang masih banyak berjualan di luar area Pasar Talang Banjar. Ia menyebut penertiban yang dilakukan Satpol PP secara berkala perlu terus dilanjutkan agar kawasan pasar lebih tertata.
Menurutnya, rencana pembangunan dan perbaikan pasar yang akan dilakukan tahun ini harus diikuti dengan kedisiplinan para pedagang untuk menempati lokasi yang sudah disiapkan pemerintah.
“PKL tetap harus mengikuti aturan yang ada di Kota Jambi. Nanti setelah jalan pasar diperbaiki dan pasar yang baru di dalam dibenahi, kami berharap semua PKL yang di luar bisa tertib dan mengikuti aturan,” tegasnya.
Efendi menilai penataan kawasan Talang Banjar tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut wajah Kota Jambi ke depan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak, mulai dari masyarakat hingga pedagang, ikut mendukung program yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
Dengan sistem pengelolaan sampah baru dan penataan pasar yang terus dilakukan, kawasan Talang Banjar diharapkan tidak lagi identik dengan tumpukan sampah maupun semrawutnya pedagang di badan jalan. (ara)












Discussion about this post