SEKATO.ID, JAMBI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi melalui Fakultas Dakwah sukses menggelar puncak acara Gebyar Dakwah 2026 yang menjadi wadah kolaborasi nasional dalam menyuarakan isu pendidikan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi akademik dan kreativitas, tetapi juga mempertegas komitmen kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui gerakan dakwah ekologis.
Ketua Panitia, Muhammad Junaidi Habe, menyampaikan bahwa Gebyar Dakwah tahun ini menghadirkan partisipasi besar dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Delegasi mahasiswa dari berbagai daerah bersaing bersama pelajar SLTA dan madrasah se-Provinsi Jambi dalam sejumlah kompetisi bertema penyelamatan lingkungan.
Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 20 April 2026 melalui tahapan lomba, pengumpulan karya, hingga proses seleksi awal. Selanjutnya, Dewan Juri menggelar sidang pleno penilaian pada 27 hingga 29 April 2026 sebelum akhirnya diumumkan pada puncak acara 13 Mei 2026 yang diramaikan seminar, talkshow, serta pengumuman para pemenang.
Mengusung semangat “dakwah ekologis”, kompetisi tingkat nasional bagi PTKIN se-Indonesia meliputi lomba khutbah bertema “Islam dan Pengelolaan Lingkungan” serta lomba video pendek bertajuk “Generasi Muda dan Pengelolaan Lingkungan”. Sementara itu, peserta tingkat SLTA dan madrasah di Provinsi Jambi berkompetisi dalam lomba poster dan video kreatif bertema “Gen Z dan Penyelamatan Lingkungan”.
Menariknya, panitia juga menghimpun konsep khutbah bertema pelestarian alam dari peserta dan para penceramah kampus, termasuk pimpinan universitas, untuk dijadikan panduan dakwah lingkungan bagi masyarakat. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperluas peran dakwah agar lebih responsif terhadap persoalan sosial dan krisis ekologis.
Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN STS Jambi, Pahmi SY. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dakwah modern harus mampu menjawab tantangan zaman, termasuk isu pengembangan sumber daya manusia dan keberlanjutan lingkungan.
“Gebyar Dakwah ini mengangkat dua isu utama yakni pengembangan SDM dan lingkungan. Keduanya saling memengaruhi, karena manusia unggul adalah mereka yang mampu menjaga ekosistemnya,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah, Ahmad Syukri, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan telah menjadi bagian dari identitas Fakultas Dakwah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang hingga berskala internasional.
Menurutnya, gerakan menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral manusia sebagai bagian dari ekosistem. Fakultas Dakwah, kata dia, berkomitmen mendukung pencapaian SDGs melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Puncak acara semakin semarak dengan kehadiran Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, sebagai pembicara utama dalam seminar dan talkshow bertema “Gen Z dan Tantangan di Dunia Pendidikan”. Dalam pemaparannya, ia mengajak generasi muda untuk menjadi pribadi adaptif di tengah perkembangan zaman tanpa kehilangan integritas dan nilai moral.
Melalui Gebyar Dakwah 2026, Fakultas Dakwah UIN STS Jambi berharap mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual, tetapi juga kepedulian sosial serta kesadaran ekologis. Generasi yang mampu berdakwah tidak hanya lewat mimbar, namun juga melalui aksi nyata menjaga bumi agar tetap lestari bagi masa depan.
(**)












Discussion about this post