SEKATO.ID | JAMBI- Bagi sebagian masyarakat, kehadiran hujan dipandang sebagai sesuatu yang mendatangkan keberkahan, dan juga ada yang memandangnya sebagai musibah ataupun bencana.
Pelda R Manihuruk mengatakan di daerah pedesaan yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, kehadiran hujan sangat dinanti-nanti, agar bisa mengolah tanah garapannya dengan cara bercocok tanam. Sementara bagi masyarakat perkotaan, seringkali hujan dipandang sebagai suatu musibah yang mendatangkan kerugian dan kerusakan, terutama banjir. Pasalnya pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Lingkungan telah memberi kita berbagai hadiah dalam hidup. Sayangnya keegoisan manusia membuat hadiah ini dikeruk tanpa ampun dan menimbulkan banyak masalah lingkungan,” ujar Manihuruk, Kamis (17/03/2022).
Menurut Manihuruk, tak dapat dipungkiri, seiring perkembangan global terhadap perilaku manusia yang meningkatkan atau menurunkan kualitas lingkungan.
Oleh karena itu, sehubungan dengan upaya mewaspadai banjir di permukiman akibat hujan dengan intensitas tinggi dan terus menerus, Koramil 415-09/Telanaipura melalui Babinsanya, mengajak masyarakat untuk bijak memperlakukan lingkungan sebaik mungkin.
Saat timbul genangan di permukiman akibat hujan , Pelda R. Manihuruk mendatangi dan mengajak warga untuk terus waspada serta harus memperlakukan lingkungan sebaik mungkin.
“Sebagai individu, kita bisa berkontribusi dengan hal-hal kecil dilingkungan, sebagai bentuk sikap kita dalam menjaga kelestarian lingkungan alam.” tuturnya.











Discussion about this post