SEKATO.ID, JAMBI – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I secara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Jambi periode 2025–2028. Pengukuhan tersebut berlangsung di Ruang Bulian, Grand Hotel Jambi, Selasa (10/2/2026).
Dalam sambutan dan arahannya, Wagub Sani menegaskan bahwa pembentukan sekaligus pengukuhan kepengurusan FPRB Provinsi Jambi merupakan langkah yang sangat tepat dan strategis, terutama di tengah meningkatnya berbagai persoalan lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana.
Ia menyinggung sejumlah peristiwa bencana yang terjadi di berbagai daerah sebagai pengingat pentingnya mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Beberapa provinsi di Pulau Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diketahui mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor dengan dampak besar, baik korban jiwa, kerugian materi, maupun dampak psikologis.
Selain itu, pada Januari 2026 juga terjadi banjir dan longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah daerah lainnya di Indonesia.
“Bencana-bencana yang sangat memilukan tersebut menjadi pengingat dan pembelajaran bagi kita semua bahwa mitigasi dan pengurangan risiko bencana amat penting untuk dipahami dan dilakukan secara kolaboratif,” ujar Wagub Sani.
Wagub Sani menambahkan bahwa Provinsi Jambi merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, baik bencana alam, non-alam, maupun bencana sosial. Kondisi geografis dan demografis tersebut menuntut semua pihak untuk tidak hanya bersikap reaktif saat bencana terjadi, tetapi juga proaktif dalam upaya pengurangan risiko bencana.
“Kondisi ini menuntut kita semua untuk tidak hanya bersikap reaktif saat terjadi bencana, tetapi juga proaktif dalam upaya pengurangan risiko bencana,” katanya.
Menurut Wagub Sani, keberadaan FPRB memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah kolaborasi lintas sektor atau pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan daerah.
Forum ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam edukasi, advokasi, perencanaan, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di Provinsi Jambi.
Ia juga berharap pengurus FPRB dapat menjadi penggerak utama dalam membangun budaya sadar risiko bencana, memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan, serta mengedepankan pendekatan partisipatif dan berbasis kearifan lokal.
“Upaya pengurangan risiko bencana merupakan investasi jangka panjang. Keberhasilannya memang tidak selalu terlihat secara instan, namun manfaatnya sangat besar dalam melindungi kehidupan, harta benda, dan keberlanjutan pembangunan,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Wagub Sani mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung keberadaan dan kinerja FPRB agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.
Sementara itu, Ketua Umum FPRB Provinsi Jambi, Kurniawan Gotama, menyampaikan bahwa FPRB memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi lintas sektor yang diharapkan mampu melahirkan program-program yang aplikatif, realistis, dan berdampak langsung bagi daerah.
“FPRB diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah nyata yang berdampak langsung terhadap pencegahan, mitigasi, maupun pemulihan pascabencana. Untuk itu, kami mohon bimbingan dan arahan serta mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam pencegahan bencana di Provinsi Jambi,” ujarnya.
(ARA)











Discussion about this post