SEKATO.ID, KERINCI – Suhatril, S.H., S.Sos., M.M., resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kerinci periode 2026–2030. Dukungan mayoritas perguruan menjadi penanda kuatnya kepercayaan terhadap Suhatril untuk memimpin organisasi pencak silat di Kabupaten Kerinci selama empat tahun ke depan.
Suhatril terpilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) IPSI Kabupaten Kerinci yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026). Dalam proses pengusulan calon, sebanyak 10 dari 11 perguruan mengusulkan nama Suhatril untuk menduduki kursi ketua.
Dari total 26 perguruan pencak silat yang terdaftar sebagai anggota IPSI Kabupaten Kerinci, sebanyak 24 perguruan hadir dalam musyawarah tersebut. Seluruh peserta yang hadir sepakat memberikan kepercayaan kepada Suhatril untuk memimpin IPSI Kerinci.
Proses pemilihan tersebut turut disaksikan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jambi.
Usai terpilih, Suhatril menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar tanggung jawab organisasi, melainkan juga tantangan untuk meningkatkan prestasi atlet dan mengharumkan nama Kabupaten Kerinci dalam berbagai kejuaraan pencak silat.
“Ini tugas baru bagi saya, sekaligus tugas besar. Karena itu, fokus utama saya adalah meningkatkan prestasi,” ucapnya.
Menurutnya, kepemimpinan IPSI tidak cukup hanya menjalankan roda organisasi dan agenda rutin. Diperlukan program kerja yang terukur, pembinaan berkelanjutan, serta strategi yang mampu mendorong pencak silat Kerinci agar semakin kompetitif.
Ia juga menilai kemajuan olahraga tidak bisa hanya bertumpu pada dukungan dana hibah pemerintah. Kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan agar pembinaan atlet dan pengembangan organisasi dapat berjalan lebih optimal.
“Siapa pun yang mendapat amanah menjadi ketua tentu akan memikirkan hal yang sama, termasuk saya. Mungkin yang membedakan adalah cara dan strategi dalam menjalankannya,” katanya.
Salah satu langkah yang akan dijajaki, lanjut Suhatril, adalah membangun kemitraan dengan pihak ketiga, termasuk perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dapat membuka peluang dukungan yang lebih luas bagi pembinaan atlet, penyediaan sarana latihan, hingga peningkatan kapasitas organisasi. Dengan demikian, pengembangan pencak silat tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah.
Namun, Suhatril menegaskan bahwa persoalan prestasi tidak semata-mata berkaitan dengan pendanaan. Pembenahan manajemen organisasi, penguatan sistem pembinaan, serta peningkatan kualitas latihan juga menjadi pekerjaan penting yang harus dilakukan.
“Untuk meningkatkan prestasi, masih banyak yang harus dibenahi, termasuk memaksimalkan manajemen organisasi dan berbagai aspek pembinaan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Suhatril berencana mengaktifkan kembali pusat latihan (puslat) pencak silat sebagai salah satu strategi memperluas penjaringan bibit atlet potensial. Upaya tersebut diharapkan menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk generasi muda di desa-desa.
Baginya, penjaringan atlet tidak boleh hanya berpusat pada pesilat yang sudah berprestasi. Potensi baru perlu ditemukan sejak dini melalui pembinaan yang terarah, terukur, dan berkesinambungan.
“Penjaringan bibit atlet harus lebih dimasifkan. Salah satu caranya dengan mengaktifkan dan mengoptimalkan pusat latihan,” tuturnya.
Keberadaan pusat latihan juga diharapkan mampu memperkuat pembinaan teknis sekaligus mendorong perguruan-perguruan pencak silat untuk berperan lebih aktif dalam melahirkan atlet potensial.
Dengan pembinaan yang lebih terstruktur dan merata, Suhatril berharap pesilat Kabupaten Kerinci mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Kepemimpinan Suhatril pada periode 2026–2030 akan diuji melalui sejauh mana rencana tersebut dapat diwujudkan menjadi program nyata. Penguatan organisasi, pemerataan pembinaan, perluasan dukungan pendanaan, dan peningkatan kualitas atlet menjadi sejumlah agenda yang akan menentukan arah kemajuan IPSI Kabupaten Kerinci ke depan.
(Rgk)







Discussion about this post