SEKATO.ID, KERINCI – Perjuangan panjang Bupati Kerinci, Monadi, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal dan Plt Dirut RSUD Kerinci Abdul Harpan membuahkan hasil menggembirakan. Pasalnya Kabupaten Kerinci yang mendapatkan Program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) yakni Peningkatan Rumah Sakit Tipe D Pratama ke Tipe C dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, saat ini semakin nyata dan terbukti.
Bagaimana tidak, hal tersebut terbukti dengan, sebagai langkah awal, Kementerian Kesehatan telah menurunkan tim konsultan perencana ke lokasi RSUD Kerinci Bukit Tengah pada Kamis, (20/11/2025)
Tim ini melakukan survei awal, pengumpulan data, dan pengukuran teknis sebagai bagian dari proses perencanaan pengembangan dan peningkatan rumah sakit.
Program strategis nasional ini merupakan salah satu program prioritas presiden dan sebagai bentuk komitmen Presiden Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan daerah.
Kerinci menjadi salah satu daerah yang menerima program tersebut setelah dinilai memenuhi indikator kebutuhan dan kesiapan pelaksanaan.
Melalui program PHTC, RSUD Kabupaten Kerinci Bukit Tengah akan ditingkatkan statusnya dari Tipe D Pratama menjadi Tipe C dengan dukungan anggaran sebesar Rp170 miliar pada tahun 2026.
Peningkatan tipe ini memungkinkan Kerinci memiliki fasilitas layanan kesehatan yang lebih lengkap, termasuk layanan spesialistik yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah.
Bupati Kerinci, Monadi, menyambut baik langkah cepat pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, peningkatan fasilitas rumah sakit merupakan kebutuhan mendesak masyarakat Kerinci yang selama ini terkendala jarak rujukan dan keterbatasan layanan.
“Alhamdulillah, ini adalah buah dari perjuangan bersama. Program PHTC akan menjadi lompatan besar bagi pelayanan kesehatan di Kerinci. Kami sangat berterima kasih kepada Presiden RI dan Menteri Kesehatan atas perhatian dan dukungan yang luar biasa,” ujar Bupati Monadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kerinci, Hermendizal, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal seluruh tahapan agar pembangunan berjalan tepat waktu.
“Tim Kemenkes sudah turun melakukan survei awal. Ini sinyal kuat bahwa Kerinci siap naik kelas dalam pelayanan kesehatan. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi RSUD Kerinci untuk berkembang menjadi rumah sakit rujukan yang lebih lengkap,” jelasnya.
Plt Dirut RSUD Kerinci, Abdul Harpan, menyatakan bahwa manajemen rumah sakit siap menindaklanjuti program tersebut dengan melakukan pembenahan dari sisi pelayanan, manajemen, serta kesiapan SDM kesehatan.
“Bagi kami, amanah peningkatan RSUD Kerinci dari Tipe D Pratama ke Tipe C bukan hanya soal bertambahnya gedung dan fasilitas, tetapi juga peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat. Manajemen akan berupaya maksimal menyiapkan SDM, standar pelayanan, serta tata kelola rumah sakit yang profesional agar ketika pembangunan fisik selesai, RSUD Kerinci benar-benar siap beroperasi sebagai rumah sakit Tipe C,” ujar Abdul Harpan.
Ia menambahkan, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Dinas Kesehatan akan terus diperkuat agar setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan.
“Ini kesempatan berharga bagi Kerinci. Kami tidak ingin menyia-nyiakannya. Insya Allah, dengan dukungan semua pihak, RSUD Kerinci Bukit Tengah akan menjadi kebanggaan masyarakat dan menjadi rujukan utama pelayanan kesehatan di kawasan Kerinci dan sekitarnya,” pungkasnya.
Dengan direalisasikannya program ini, masyarakat Kerinci diharapkan tidak lagi harus melakukan rujukan jauh ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialistik.
Peningkatan RSUD Kerinci ke Tipe C menjadi salah satu pencapaian penting di sektor kesehatan, sekaligus wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih merata dan berkualitas.
(Rgk)












Discussion about this post