KUALATUNGKAL — Reshuffle yabg akan di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) terhadap kepala Oranganisasi Perangkat Daerah (OPD) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tanjabbar ingatkan jangan ada praktek jual beli jabatan.
Ketua Umum Formatur HMI Cabang Tanjabbar, Luqman mengingatkan jangan sampai momen reshuffle dijadikan transaksi money politik dan bagi-bagi jabatan.
“Jangan sampai Momentum Reshuffle Kepala OPD ini dijadikan ajang Transaksi Kekuasaan dengan Gratifikasi, nah ini yang kita khawatirkan karena kita tentu menginginkan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, efektif dan efesien intinya good goverment (pemerintahan yang baik),”katanya.
Menurutnya, dalam Reshuffle bupati harus benar benar melihat secara drtail dan objektif agar memiliki kepala OPD yang berkualitas.
“Bupati harus selektif betul dalam memilih Kepala OPD yang baru nantinya, jangan sampai memilih kepala OPD yang tidak berkompetensi dalam bidang nya, karena ini menyangkut kehidupan masyarakat Tanjabbar,”ujarnya.
Dirinya juga menyampaikan jangan sampai pihak-pihak yang dilibatkan nantinya cuma dijadikan syarat untuk menutupi indikasi-indikasi kecurangan dalam reshuffle Kepala OPD ini.
“Mekanisme nya di jalankan dengan benar lah, jangan sampai melibatkan banyak pihak seperti, akademisi, praktisi dll. Itu hanya dijadikan syarat untuk menutupi indikasi-indikasi kecurangan yang bakal muncul, intinya kita ingin kepala OPD yang berkualitas.”tandasnya












Discussion about this post